Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

11 SPBU di Kedah Diperiksa Usai Isu BBM Dicampur Air

Kementerian Kedah memeriksa 11 SPBU menyusul laporan masyarakat soal kerusakan kendaraan akibat bahan bakar yang diduga terkontaminasi air.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
11 SPBU di Kedah Diperiksa Usai Isu BBM Dicampur Air📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Kedah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setelah menerima sejumlah laporan dari masyarakat mengenai kerusakan kendaraan setelah mengisi bahan bakar di lokasi tertentu. Inspeksi dilakukan secara langsung di wilayah Alor Setar, Kubang Pasu, Sungai Petani, dan Kulim, yang mencakup SPBU milik Petron dan Caltex. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi kemungkinan adanya kontaminasi air dalam bahan bakar, khususnya jenis RON95, yang diduga menjadi penyebab kerusakan mesin.

Tim inspeksi mengambil sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan maupun pompa yang menjadi fokus pemeriksaan. Selain itu, dokumen pendukung seperti tanda terima pasokan, catatan penjualan, dan rekaman sistem pengukur tangki otomatis juga diperiksa secara menyeluruh. Hasil inspeksi awal yang menggunakan metode pencelupan manual dan pemantauan sistem otomatis tidak menemukan indikasi adanya air di dalam tangki penyimpanan bahan bakar yang diperiksa.

Meski tidak ditemukan tanda kontaminasi air secara langsung, pihak kementerian tetap mengambil langkah preventif dengan mengirimkan sampel bahan bakar ke laboratorium kimia negara serta ke laboratorium milik perusahaan minyak terkait untuk analisis lebih lanjut. Proses ini bertujuan memastikan keaslian dan kualitas bahan bakar secara ilmiah, sebelum menentukan langkah hukum atau tindakan penegakan regulasi.

Kementerian menegaskan bahwa keputusan akhir akan berdasarkan hasil analisis menyeluruh dari semua data dan temuan investigasi. Jika ditemukan pelanggaran terhadap standar kualitas atau peraturan distribusi, tindakan tegas akan segera diambil sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi dan mencegah kerusakan lebih luas pada kendaraan bermotor di wilayah Kedah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya