14 Siswi SMP Tangsel Diduga Dicoklati Minuman Berbahaya
Polisi bergerak cepat menangani dugaan perundungan dan pemerasan terhadap 14 siswi SMP Negeri 10 Tangsel, termasuk kasus paksa minum racikan yang menyebabkan tiga korban dirawat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepolisian Sektor Ciputat Timur telah menurunkan tim penyidik untuk menginvestigasi dugaan kasus perundungan dan pemerasan yang menimpa 14 siswi kelas 8 di SMP Negeri 10 Tangerang Selatan. Peristiwa ini mencuat setelah sejumlah korban dilaporkan mengalami sakit parah setelah dipaksa meminum minuman dengan racikan tak lazim, sehingga tiga di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Penyidik melakukan verifikasi awal di sekolah untuk mengumpulkan data dan memastikan akurasi informasi yang beredar.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menegaskan bahwa langkah awal dilakukan untuk memastikan keakuratan kronologi dan melibatkan pihak sekolah serta Unit PPA Kota Tangerang Selatan. Ia menyampaikan bahwa polisi terbuka terhadap pelaporan resmi dari orang tua korban jika memilih menempuh jalur hukum. Dalam situasi tersebut, proses penyelidikan dapat diperluas melalui Unit PPA Satreskrim Polres Tangsel.
Salah satu orang tua korban, Setiawan, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi secara sistematis, melibatkan sejumlah siswa kelas lebih tinggi sebagai pelaku. Ia menyebutkan bahwa selain pemaksaan minum, korban juga dimintai uang dengan nominal antara Rp5.000 hingga Rp10.000. Menurut keterangan dari rekan korban, minuman tersebut mengandung campuran cuka, bawang putih, dan kopi, namun keluarga menduga ada bahan tambahan berbahaya yang memicu reaksi medis serius.
Setiawan menyatakan kekecewaan atas belum adanya sanksi tegas dari pihak sekolah meski rapat dengan orang tua telah digelar. Ia berharap manajemen sekolah dapat menghentikan rantai kekerasan yang berpotensi berulang jika tidak ditangani secara tegas. Upaya ini, menurutnya, penting untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Festival Jajanan Bango 2026 digelar di Hutan Kota GBK Jakarta, menampilkan lebih dari 50 pelaku UMKM kuliner untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekosistem kreatif generasi muda.
24 Oktober 2026

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Kreator makanan Nex Carlos menikmati beragam sajian unik dari Festival Jajanan Bango 2026, menyoroti keberhasilan paduan rasa lokal dan global dalam kreasi kuliner modern.
24 Oktober 2026

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Nilai ekspor kecap asal Indonesia mencapai 18,81 juta dolar AS pada periode Januari hingga Agustus 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar global.
24 Oktober 2026

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Suhu penyajian kopi tidak menentukan manfaat kesehatannya, namun metode penyeduhan dan jenis biji berdampak pada kandungan kafein dan antioksidan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

