Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

144 Siswa dan Balita Diduga Keracunan Akibat Minuman Berwarna di Konawe Selatan

Belasan siswa dan satu balita di Konawe Selatan diduga keracunan setelah mengonsumsi minuman berwarna yang diduga mengandung bahan berbahaya, memicu penanganan medis darurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 144 anak diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi minuman berwarna di lima sekolah dasar dan satu taman kanak-kanak di Kabupaten Konawe Selatan. Kondisi kritis muncul dalam waktu singkat, dengan sejumlah siswa mengalami muntah, sakit perut, dan kejang. Tim kesehatan setempat segera menangani korban, sementara sebagian besar dibawa ke rumah sakit terdekat untuk observasi dan perawatan intensif.

Dari total kasus, 143 siswa dan satu balita yang diduga terpapar minuman tersebut ditemukan dalam kondisi tidak stabil. Dinas Kesehatan setempat menyatakan bahwa pemeriksaan laboratorium telah dilakukan terhadap sampel minuman yang dikonsumsi, dengan hasil menunjukkan adanya zat yang tidak sesuai standar keamanan pangan. Penyebab pasti keracunan masih dalam proses penyelidikan oleh dinas terkait.

Kepala Dinas Pendidikan Konawe Selatan menegaskan bahwa penyaluran minuman tersebut dilakukan secara kolektif melalui program sekolah, namun tidak melibatkan perusahaan resmi atau izin edar. Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui sumber pasokan minuman, yang dibeli secara swadaya oleh komite sekolah. Kini, penyelidikan sedang dilakukan untuk melacak asal usul produk dan menentukan tanggung jawab hukum.

Upaya pencegahan diperkuat dengan penarikan sementara semua minuman berwarna dari area sekolah dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh produk yang beredar di lingkungan pendidikan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan produk serupa. Tujuan utama adalah memastikan keamanan pangan anak-anak dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya