154 Juta Ton Batu Bara Disiapkan untuk PLN 2026
Kementerian ESDM menegaskan alokasi batu bara sebesar 154 juta ton untuk PLN telah terjamin demi menjamin pasokan listrik nasional hingga akhir 2026.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi batu bara sebanyak 154 juta ton khusus untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) pada tahun 2026. Penetapan ini menjadi bagian dari kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang dirancang untuk menjamin kelancaran pasokan energi primer di dalam negeri.
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa target pasokan batu bara untuk PLN telah mencapai angka yang ditetapkan, dengan kontribusi utama dari DMO tahun 2026. Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan energi listrik untuk pembangkit milik PLN telah dipastikan terpenuhi, sehingga menjamin stabilitas pasokan listrik hingga akhir tahun ini.
Selain untuk PLN, pasokan DMO batu bara bagi industri semen dalam negeri juga telah terselesaikan, dengan alokasi sekitar 5 juta ton. Tri menegaskan bahwa persoalan pasokan untuk sektor semen telah selesai dan tidak menjadi kendala dalam operasional industri. Ini menunjukkan efektivitas koordinasi antara pemerintah dan sektor industri dalam menjaga ketersediaan bahan baku strategis.
Kebijakan alokasi batu bara ini sejalan dengan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang telah disetujui, di mana target produksi batu bara nasional dipatok sebesar lebih dari 700 juta ton. Sementara itu, untuk komoditas bijih nikel, target produksi dalam RKAB tahun ini ditetapkan mencapai 290 juta ton, mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung industri strategis nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

