Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

154 Juta Ton Batu Bara Disiapkan untuk PLN 2026

Kementerian ESDM menegaskan alokasi batu bara sebesar 154 juta ton untuk PLN telah terjamin demi menjamin pasokan listrik nasional hingga akhir 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
154 Juta Ton Batu Bara Disiapkan untuk PLN 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan alokasi batu bara sebanyak 154 juta ton khusus untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) pada tahun 2026. Penetapan ini menjadi bagian dari kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang dirancang untuk menjamin kelancaran pasokan energi primer di dalam negeri.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa target pasokan batu bara untuk PLN telah mencapai angka yang ditetapkan, dengan kontribusi utama dari DMO tahun 2026. Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan energi listrik untuk pembangkit milik PLN telah dipastikan terpenuhi, sehingga menjamin stabilitas pasokan listrik hingga akhir tahun ini.

Selain untuk PLN, pasokan DMO batu bara bagi industri semen dalam negeri juga telah terselesaikan, dengan alokasi sekitar 5 juta ton. Tri menegaskan bahwa persoalan pasokan untuk sektor semen telah selesai dan tidak menjadi kendala dalam operasional industri. Ini menunjukkan efektivitas koordinasi antara pemerintah dan sektor industri dalam menjaga ketersediaan bahan baku strategis.

Kebijakan alokasi batu bara ini sejalan dengan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang telah disetujui, di mana target produksi batu bara nasional dipatok sebesar lebih dari 700 juta ton. Sementara itu, untuk komoditas bijih nikel, target produksi dalam RKAB tahun ini ditetapkan mencapai 290 juta ton, mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung industri strategis nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya