Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

17 Tim Tanggap Darurat Siap Berlaga di IFRC 2026 Timika

Tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi akan berkompetisi dalam IFRC 2026 di Timika, Papua Tengah, dengan fokus pada kesiapan menghadapi darurat dan peningkatan budaya keselamatan kerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
17 Tim Tanggap Darurat Siap Berlaga di IFRC 2026 Timika📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kota Timika siap menjadi pusat perhatian industri pertambangan dan energi nasional pada Oktober 2026, saat 17 tim dari 16 perusahaan bersaing dalam ajang 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC). Acara yang diselenggarakan oleh Pertapindo bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tuan rumah ini bertujuan memperkuat kapasitas respons darurat di sektor strategis. Lokasi kompetisi dipusatkan di tiga fasilitas utama, termasuk Kuala Kencana, Danau Mile Post 28, serta Mimika Sport Complex, yang telah dipersiapkan secara khusus untuk menunjang kegiatan.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah IFRC 2026 merupakan bentuk pengakuan terhadap standar keselamatan yang diterapkan perusahaan. Ia menyatakan bahwa keselamatan bukan sekadar kebijakan, melainkan prinsip mendasar yang menjadi landasan setiap operasi. "Kami percaya bahwa kinerja terbaik diraih ketika semua pekerja pulang ke rumah dalam kondisi utuh dan sehat," ujar Carl dalam konferensi pers di Timika. Ia menekankan penerapan nilai SINCERE—Safety, Integrity, Commitment, Excellence, dan Respect—yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

PTFI telah menerapkan sekitar 2.400 prosedur operasional standar untuk menjamin keselamatan kerja di lapangan. Program pelatihan rutin, kampanye Safety Starts with Me, serta peran aktif tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) dalam penanganan bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, menjadi bukti komitmen nyata perusahaan. Dengan semangat "Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia", PTFI terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperluas jaringan kolaborasi di bidang keselamatan industri.

Kompetisi tahun ini mencakup delapan kategori keterampilan darurat, seperti penanganan kebakaran, evakuasi korban kecelakaan kendaraan, penyelamatan di ruang sempit dan ketinggian, serta operasi penyelamatan bawah air. Selain lomba, IFRC 2026 juga menyelenggarakan program Safety Goes to School pada 23 Oktober, yang akan menjangkau sekitar 1.000 pelajar dari 10 sekolah di Timika. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran dini tentang keselamatan dan mengenalkan profesi penyelamat kepada generasi muda. Panitia menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah kondisi kabut asap yang sempat memengaruhi wilayah, namun langkah antisipatif terus dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman.

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah penting untuk evaluasi, pembelajaran, dan pertukaran praktik terbaik di antara tim tanggap darurat nasional. Wiyono Winarno, perwakilan Pertapindo dan Koordinator Juri, menyampaikan apresiasi kepada PTFI atas dukungan infrastruktur dan komitmen dalam memajukan keselamatan kerja. "IFRC menjadi ruang bagi komunitas penyelamat untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan memperkuat komitmen bersama terhadap keselamatan di seluruh sektor industri," tegasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya