Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

17 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini

BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia, termasuk sebagian Sulawesi Tenggara, berpotensi hujan lebat hingga 150 mm per dasarian pada Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
17 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk beberapa daerah di Sulawesi Tenggara, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini. Meskipun sebagian besar wilayah masih dalam kondisi kering, pergerakan dinamika atmosfer menyebabkan peningkatan potensi hujan secara lokal. Prediksi ini berlaku hingga akhir September 2026, dengan dampak terutama pada wilayah perbatasan dan pesisir.

Faktor utama yang mendorong curah hujan tinggi antara lain Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di Kalimantan Utara dan Barat, serta Gelombang Kelvin yang mendominasi wilayah Kalimantan Timur hingga Papua. Sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan juga turut memperkuat pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk di Sulawesi dan Maluku. Kombinasi kelembapan tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat memicu proses pengangkatan massa udara yang optimal.

Prediksi curah hujan di atas 150 mm per dasarian diperkirakan terjadi di pesisir barat Aceh dan pesisir barat Sumatera Utara pada Dasarian I dan II Oktober 2026. Daerah yang berpotensi hujan pada Selasa (22/9) mencakup Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Sumatera Utara dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Wilayah lain yang perlu diwaspadai terhadap angin kencang meliputi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, mengingat potensi hujan yang tinggi. Upaya mitigasi dan pemantauan kondisi cuaca secara intensif menjadi kunci dalam menekan risiko bencana akibat perubahan iklim ekstrem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya