Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

189 Titik Panas Picu Asap Tebal di 14 Wilayah Sultra

Deteksi 189 titik panas memicu penyebaran asap tebal yang mengancam kesehatan warga di 14 kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 79x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pantauan satelit mencatat 189 titik panas aktif tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara, menandai peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan sejak awal Oktober. Sebagian besar titik panas terdeteksi di wilayah perbatasan antar kabupaten, terutama di daerah yang berstatus rawan kebakaran akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi ini mengakibatkan kabut asap tebal yang mulai menyelimuti sejumlah kabupaten, memengaruhi kualitas udara dan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kabupaten Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Wakatobi menjadi yang paling terdampak, dengan konsentrasi asap mencapai level tidak sehat berdasarkan indeks kualitas udara (PM2.5). Dinas Kesehatan setempat telah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Beberapa sekolah bahkan sempat menunda pembelajaran tatap muka karena kondisi udara yang tidak memungkinkan.

Tim gabungan dari dinas lingkungan hidup, BPBD, dan instansi terkait telah bergerak cepat untuk melakukan pemantauan dan mitigasi. Upaya pemadaman dilakukan melalui pendekatan koordinasi lintas wilayah, termasuk pemanfaatan alat berat dan pendekatan masyarakat adat dalam membatasi penyebaran api. Namun, kendala utama tetap berasal dari keterbatasan akses jalan dan kondisi cuaca kering yang memperparah penyebaran asap.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pencegahan lebih penting daripada penanganan pasca kebakaran. Dalam waktu dekat, rencana sosialisasi pencegahan kebakaran secara massal akan digelar di 14 kabupaten terdampak, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama sebagai agen edukasi. Tujuannya, menekan potensi kebakaran di masa depan dan mengurangi risiko kesehatan akibat asap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya