Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

21 Cabang Olahraga Digelar, Esports Resmi Dimulai di Asian Games 2026

Sebanyak 21 cabang olahraga dipertandingkan hari ini di Aichi-Nagoya 2026, termasuk debut kompetisi esports dengan partisipasi atlet Indonesia di nomor Naraka: Bladepoint.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
21 Cabang Olahraga Digelar, Esports Resmi Dimulai di Asian Games 2026📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kembali bergulir dengan partisipasi 21 cabang olahraga, menandai dimulainya babak kompetisi utama. Seluruh laga berlangsung di berbagai lokasi strategis di wilayah Aichi dan Tokyo, dengan jadwal yang disusun secara padat dari pagi hingga malam waktu setempat. Atlet-atlet Indonesia telah siap tampil dalam berbagai nomor, mulai dari atletik hingga cabang-cabang modern seperti esports.

Kompetisi dimulai dengan nomor jalan cepat half marathon putra dan putri, yang menjadi babak pembuka. Hendro dan Violine Intan Puspita diturunkan dalam final yang digelar di sekitar kantor pemerintahan prefektur Aichi dan gedung kota Nagoya. Sementara itu, di cabang balap sepeda, tiga atlet Indonesia—Maulana Astnan Al Hayat, Julian Abi Manyu, dan Muhammad Syelhan Nurrahmat—berlaga di final road race putra, mengejar posisi terbaik dalam ajang internasional tersebut.

Di sektor tim, tim sepak takraw regu putra Indonesia menjalani pertandingan pertama mereka dalam Grup A melawan Republik Korea. Laga ini menjadi ujian awal bagi pasukan Garuda dalam menunjukkan kualitas di kancah Asia. Selain itu, cabang esports turut memperkuat kehadiran Indonesia dengan keikutsertaan empat atlet dalam nomor Action-Adventure Naraka: Bladepoint. Moch Afthon Fathony, Natha Dhiva Arya Kusuma, Darian Wicaksana Setyawan, dan Ararat Samuel Manullang berada di Grup A bersama tim dari China, Thailand, dan Malaysia.

Kompetisi esport ini menandai debut resmi cabang tersebut dalam sejarah Asian Games, dengan harapan bisa menambah jumlah medali bagi Indonesia. Kehadiran atlet-atlet muda berbakat di ajang ini juga menjadi bentuk persiapan jangka panjang menuju event olahraga terbesar di benua Asia. Setiap laga hari ini tidak hanya menjadi ajang pertarungan prestasi, tetapi juga momentum menunjukkan eksistensi olahraga modern di tengah konsistensi tradisi olahraga konvensional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya