Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

23 Titik Kebakaran Terjadi di Buton dalam Dua Bulan

Dinas Pemadam Kebakaran Buton mencatat 23 lokasi kebakaran sejak Januari hingga Februari, dengan fokus pada wilayah perkotaan dan kawasan padat penduduk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buton mencatat sebanyak 23 kejadian kebakaran dalam kurun waktu dua bulan terakhir, mulai bulan Januari hingga Februari 2025. Kebakaran terjadi di berbagai lokasi, terutama di pemukiman padat penduduk dan area komersial yang berpotensi tinggi terhadap risiko api. Angka ini menunjukkan tren yang perlu menjadi perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan kesiapan respons darurat.

Mayoritas insiden terjadi di wilayah perkotaan, termasuk di kawasan pasar, rumah tinggal, dan tempat usaha kecil. Kebakaran yang paling sering disebabkan oleh korsleting listrik, penggunaan kompor minyak tanah yang tidak aman, serta aktivitas membakar sampah di area terbuka. Dinas Damkar menyebutkan bahwa dari 23 kejadian, sebanyak 15 kasus melibatkan rumah tinggal dan empat lainnya terjadi di tempat usaha.

Tim pemadam kebakaran telah melakukan peningkatan patroli rutin dan kampanye edukasi ke masyarakat, khususnya di lingkungan berisiko tinggi. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kebakaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya api. Kepala Dinas Damkar Buton menegaskan bahwa pencegahan menjadi kunci utama, bukan hanya respons saat terjadi insiden.

Dalam waktu dekat, pihak dinas akan menyusun program penguatan sistem deteksi dini dan pelatihan kesiapsiagaan bagi warga di tingkat desa. Tujuan utama adalah menciptakan masyarakat yang lebih tanggap dan mampu menangani kebakaran pada tahap awal sebelum meluas. Dengan langkah strategis ini, diharapkan terjadi penurunan signifikan dalam jumlah kejadian kebakaran di masa mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya