Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

25 Ekor Tukik Penyu Hijau Dilepasliarkan di Wakatobi

Pemerintah Kabupaten dan Balai Taman Nasional Wakatobi kembali melepasliarkan 25 ekor tukik penyu hijau sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemulihan populasi laut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 25 ekor tukik penyu hijau (Chelonia mydas) berhasil dilepasliarkan di kawasan pesisir Pantai Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan Balai Taman Nasional Wakatobi sebagai bagian dari program konservasi satwa laut yang berkelanjutan. Proses pelepasliaran dilakukan setelah melalui tahap pemantauan dan perawatan intensif di tempat penangkaran.

Setiap tukik sebelum dilepas telah melalui prosedur kesehatan dan identifikasi, termasuk pencatatan data biometrik dan pelabelan untuk pelacakan pasca-pelepasan. Upaya ini menekankan pentingnya perlindungan habitat alami penyu, terutama di area yang menjadi tempat bertelur dan beradaptasi bagi populasi muda. Penyu hijau diketahui menjadi salah satu spesies yang terancam punah, sehingga setiap tindakan konservasi menjadi krusial.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi menegaskan bahwa pelepasliaran ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati laut. Ia menekankan bahwa konservasi bukan hanya tanggung jawab instansi, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Dengan melibatkan nelayan dan komunitas pesisir, program ini diharapkan bisa berdampak jangka panjang terhadap pemulihan ekosistem laut.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam menekan angka kepunahan satwa laut. Pemerintah setempat menilai bahwa kolaborasi antarlembaga dan partisipasi komunitas menjadi kunci keberhasilan. Upaya serupa akan terus dilakukan secara rutin, dengan target peningkatan jumlah tukik yang berhasil hidup di alam liar. Tujuan utamanya adalah menciptakan populasi penyu yang stabil dan lestari di kawasan perairan Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya