Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

26 Negara Bagian Gugat Trump Soal Penurunan Standar Kendaraan

Sebanyak 26 negara bagian, termasuk California dan New York, menggugat pemerintahan Trump atas kebijakan penurunan standar efisiensi bahan bakar kendaraan hingga 2031.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
26 Negara Bagian Gugat Trump Soal Penurunan Standar Kendaraan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menetapkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan bensin sebesar 34,9 mil per galon (mpg) atau sekitar 14,8 kilometer per liter untuk tahun model 2031. Keputusan ini langsung memicu protes hukum dari 26 negara bagian, yang menilai kebijakan tersebut jauh lebih longgar dibandingkan standar masa pemerintahan Joe Biden yang mencapai 50,4 mpg. Gugatan diajukan sebagai respons terhadap perubahan metode penetapan standar yang dianggap merugikan lingkungan dan konsumen jangka panjang.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, memimpin upaya hukum ini dengan menekankan bahwa metode baru yang diterapkan oleh Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengabaikan kendaraan listrik (EV) yang telah beroperasi secara luas di AS. Dalam pendekatan sebelumnya, armada kendaraan yang mencakup EV turut menjadi dasar perhitungan standar efisiensi. Namun kini, keberadaan EV tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan, sehingga memungkinkan standar untuk kendaraan konvensional diturunkan secara signifikan. Bonta menyebut metode baru ini cacat dan menyesatkan secara teknis.

Gugatan juga menyoroti pelanggaran terhadap kewajiban hukum yang diberikan Kongres, yaitu menetapkan standar efisiensi pada tingkat "semaksimal mungkin" atau maximum feasible. Pemerintah berdalih bahwa kebijakan ini akan menghemat US$138 miliar (sekitar Rp2.430 triliun) dalam lima tahun, tetapi Bonta menegaskan bahwa kebijakan ini justru berpotensi memperbesar biaya bahan bakar bagi masyarakat, memperburuk kualitas udara, serta memperkuat dominasi industri minyak dan otomotif konvensional.

Di tengah gugatan pemerintah daerah, industri otomotif seperti Stellantis North America justru menyambut baik kebijakan tersebut, menyebut standar yang lebih realistis dan sesuai kondisi pasar. Namun, perlawanan dari kelompok lingkungan dan progresif seperti Environmental Defense Fund dan Public Citizen menambah kompleksitas hukum. Mereka menilai upaya pemangkasan standar akan meningkatkan emisi dan merugikan keberlanjutan energi nasional. Aksi hukum ini turut memengaruhi pasar saham, dengan saham Ford, GM, dan Toyota turun sekitar 1%, sementara Stellantis anjlok lebih dari 6% akibat kekhawatiran penurunan penjualan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya