26 Wilayah Terdampak Kabut Asap, Palangkaraya dan Pangkalanbun Masuk Kategori Berbahaya
Sebanyak 26 wilayah di Indonesia dilaporkan masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan kualitas udara di dua kota di Kalimantan Tengah mencapai level berbahaya.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami penumpukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Sabtu (17/10) pagi. Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari 9 pada pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi meluas di 26 wilayah, mulai dari Sumatera hingga Papua, termasuk wilayah di Sulawesi Tenggara yang turut terdampak.
Pemantauan dilakukan melalui metode RGB (Red Green Blue) yang menandai sebaran asap dengan poligon berwarna merah. Proses ini juga mempertimbangkan arah dan kecepatan angin pada lapisan 1000 milibar serta data titik panas dari sistem Geohotspot. Dari hasil tersebut, teridentifikasi bahwa asap tidak hanya berdampak dalam negeri, tetapi juga menyebar ke wilayah lintas negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini, terutama dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Kualitas udara di beberapa daerah kritis menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada pukul 11.00 WIB, dua kota di Kalimantan Tengah—Pangkalanbun dan Palangkaraya—tercatat dalam kategori berbahaya dengan konsentrasi partikulat PM2.5 melebihi ambang batas 250,5 µg/m³. Indikator ini ditandai dengan warna hitam pada peta kualitas udara, menandakan risiko tinggi terhadap kesehatan pernapasan.
Palangkaraya mencatat angka tertinggi dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 342,8 µg/m³, diikuti Pangkalanbun yang berada di level 374,8 µg/m³. Angka ini jauh melampaui batas aman, memicu peringatan bagi masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan alat pelindung pernapasan. BMKG terus memantau perkembangan asap secara real-time guna mendukung langkah mitigasi yang tepat sasaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Sekda Kolaka Utara Luluskan Disertasi, Raih Gelar Doktor
Sekretaris Daerah Kolaka Utara berhasil menyelesaikan disertasi dan resmi meraih gelar doktor dalam bidang manajemen publik.
24 Oktober 2026
Polres Buton Utara Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penyalahgunaan Pertalite
Penyidik Polres Buton Utara menetapkan satu tersangka terkait dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak jenis pertalite melalui modifikasi tangki mobil pikap.
24 Oktober 2026

Kapolres Pantau Pengamanan Pilkades Tinanggea Secara Langsung
Kapolres Konawe Selatan turun langsung memantau kesiapan pengamanan Pilkades di Tinanggea, memastikan pelaksanaan berjalan aman, kondusif, dan profesional.
24 Oktober 2026

Webinar Nasional Fokus Dukung Kesehatan Mental di Tengah Tantangan Hidup
Webinar nasional dengan tema "Strategi Mengelola Diri Ketika Hidup Tidak Baik-Baik Saja" dihadiri narasumber utama dari Universitas Negeri Malang, menghadirkan metode praktis untuk menjaga kesehatan mental secara mandiri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

