Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

26 Wilayah Terdampak Kabut Asap, Palangkaraya dan Pangkalanbun Masuk Kategori Berbahaya

Sebanyak 26 wilayah di Indonesia dilaporkan masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan kualitas udara di dua kota di Kalimantan Tengah mencapai level berbahaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
26 Wilayah Terdampak Kabut Asap, Palangkaraya dan Pangkalanbun Masuk Kategori Berbahaya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami penumpukan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Sabtu (17/10) pagi. Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari 9 pada pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi meluas di 26 wilayah, mulai dari Sumatera hingga Papua, termasuk wilayah di Sulawesi Tenggara yang turut terdampak.

Pemantauan dilakukan melalui metode RGB (Red Green Blue) yang menandai sebaran asap dengan poligon berwarna merah. Proses ini juga mempertimbangkan arah dan kecepatan angin pada lapisan 1000 milibar serta data titik panas dari sistem Geohotspot. Dari hasil tersebut, teridentifikasi bahwa asap tidak hanya berdampak dalam negeri, tetapi juga menyebar ke wilayah lintas negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini, terutama dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Kualitas udara di beberapa daerah kritis menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada pukul 11.00 WIB, dua kota di Kalimantan Tengah—Pangkalanbun dan Palangkaraya—tercatat dalam kategori berbahaya dengan konsentrasi partikulat PM2.5 melebihi ambang batas 250,5 µg/m³. Indikator ini ditandai dengan warna hitam pada peta kualitas udara, menandakan risiko tinggi terhadap kesehatan pernapasan.

Palangkaraya mencatat angka tertinggi dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 342,8 µg/m³, diikuti Pangkalanbun yang berada di level 374,8 µg/m³. Angka ini jauh melampaui batas aman, memicu peringatan bagi masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan alat pelindung pernapasan. BMKG terus memantau perkembangan asap secara real-time guna mendukung langkah mitigasi yang tepat sasaran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya