Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

3 Tahun Agresi Gaza, Mamdani Soroti Peran AS dalam Krisis Kemanusiaan

Wali Kota New York menyerukan aksi global menolak pendudukan dan apartheid, sambil menekankan keterlibatan AS dalam pasokan senjata yang memperparah genosida di Gaza.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
3 Tahun Agresi Gaza, Mamdani Soroti Peran AS dalam Krisis Kemanusiaan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada peringatan tiga tahun sejak dimulainya agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengungkapkan keprihatinan mendalam atas eskalasi kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa tragedi yang dialami warga Palestina bukanlah hasil dari satu peristiwa tunggal, melainkan bagian dari siklus kekerasan yang berkepanjangan dan sistematis.

Mamdani menyoroti bahwa meski insiden awal berupa serangan oleh milisi Hamas ke Israel menyebabkan lebih dari 1.000 korban jiwa dan penculikan terhadap 251 warga, penderitaan yang dialami rakyat Gaza justru berlanjut dan semakin parah. Ia menegaskan bahwa serangan berkepanjangan oleh Israel telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina, termasuk lebih dari 21.000 anak-anak, yang mencerminkan skala bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Mamdani menyoroti keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam memperpanjang konflik melalui dukungan militer, termasuk pengiriman senjata yang terus berlangsung. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan internasional yang mendukung kebijakan Israel, agresi tersebut tidak akan mampu bertahan dalam skala yang saat ini terjadi. Kritiknya ditujukan pada kebijakan AS yang dianggap memperkuat mekanisme pendudukan dan apartheid.

Mamdani menyeru masyarakat global untuk tidak hanya meratapi korban, tetapi juga bertindak nyata dengan menolak dunia yang membiarkan kekerasan dan ketidakadilan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kebebasan, keamanan, dan martabat manusia harus menjadi dasar dari setiap kebijakan internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya