300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Sebanyak 300 anak dari kalangan prasejahtera berkesempatan menyaksikan langsung laga FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, melalui program kolaborasi PSSI dan berbuatbaik.id.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ratusan anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas menjadi sorotan utama pada pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (26/9). Mereka hadir dalam jumlah 300 orang, menyaksikan duel antara Pakistan dan Thailand dengan antusiasme luar biasa. Kehadiran mereka bukan sekadar penonton, melainkan bagian dari upaya inklusivitas dalam dunia olahraga yang menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini minim akses ke event besar.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PSSI dan berbuatbaik.id, yang berfokus pada pemberdayaan anak melalui akses terhadap budaya dan olahraga. Anak-anak tersebut berasal dari berbagai komunitas dan sekolah sepak bola, termasuk SSB Alexis binaan CT Arsa Foundation serta Komunitas Dongeng Cimahi. Mereka tiba di lokasi sejak siang hari, sebelum kick-off pukul 16.00, setelah sebelumnya mengambil tiket secara gratis di Gedung Budaya Sabilulungan.
Salman Avicena Kundara, salah satu peserta dari SSB Alexis, mengungkapkan kebahagiaannya saat diwawancarai. “Aku seneng banget bisa nonton,” ujarnya sambil tersenyum lebar. Ia datang bersama temannya, Andika Abdul Raffa Pratama, dan merasa terharu atas kesempatan langka ini. Anak-anak lain juga menunjukkan semangat tinggi, berteriak, bersorak, dan memberi dukungan kepada kedua tim yang bertanding, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kehadiran para suporter muda ini menunjukkan potensi besar dalam membentuk budaya sepak bola yang inklusif dan positif. Harapannya, pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi juga menjadi pemicu semangat untuk terus mengembangkan minat olahraga di kalangan anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas. Event internasional seperti FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai mampu menjadi wadah yang lebih dari sekadar kompetisi—melainkan ruang berbagi momen berharga bagi masyarakat luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Amri/Nita Lolos ke Semifinal Usai Menang Dramatis di Gim Ketiga
Pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah melaju ke semifinal Asian Games 2026 setelah menang dramatis atas lawan asal Korea Selatan dengan skor 21-9, 12-21, 21-19.
27 September 2026

Tuchel Kritik Kesalahan Belakang Usai Inggris Tumbang dari Spanyol
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menyayangkan serangkaian kesalahan defensif yang memicu kekalahan 2-3 dari Spanyol dalam laga UEFA Nations League.
27 September 2026

Fajar/Fikri Jaga Asa Emas di Asian Games
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke semifinal setelah menang dramatis atas pasangan Korea Selatan dalam laga tiga gim yang berlangsung selama 69 menit.
27 September 2026

Prabowo Ucapkan Bangga pada Rahmat Erwin Usai Emas Asian Games
Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaan dan ucapan selamat kepada Rahmat Erwin setelah meraih emas angkat besi di Asian Games 2026 dengan rekor baru.
27 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

Eks Biarawati Divonis 20 Tahun Penjara atas Pelecehan Anak Difabel
Minggu, 27 September 2026, 12.11 WITA

