Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

34 Lembaga Keuangan Gabung Panel Pendanaan Proyek PSEL

Sebanyak 34 institusi keuangan resmi menjadi anggota lenders panel untuk pendanaan proyek pengolahan sampah jadi energi listrik di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 133x dibuka
34 Lembaga Keuangan Gabung Panel Pendanaan Proyek PSEL📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui entitas PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan 34 lembaga keuangan sebagai anggota panel pemberi pinjaman untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Penetapan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan pendanaan jangka panjang bagi proyek-proyek energi berkelanjutan yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Ketertarikan yang sangat tinggi dari pasar keuangan terlihat dari minat pembiayaan indikatif yang melampaui tiga kali lipat dari kebutuhan utang yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan antusiasme kuat dari institusi domestik dan internasional terhadap peluang investasi di sektor energi terbarukan berbasis limbah. Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyebut bahwa penunjukan ini menjadi fondasi penting dalam memetakan kapasitas dan preferensi pembiayaan dari berbagai pihak.

Lenders panel terdiri dari berbagai jenis institusi, mulai dari bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, pengelola dana iklim, hingga bank besar dalam negeri seperti Himbara dan bank syariah. Selain itu, bank internasional yang aktif di pasar Indonesia juga turut ambil bagian. Proses seleksi dilakukan secara ketat sejak Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung, dengan evaluasi berdasarkan kapasitas finansial, rekam jejak eksekusi, fleksibilitas, serta konsistensi strategis terhadap proyek PSEL.

Chief Financial Officer Denera, M. Ramadhan Harahap, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh institusi keuangan yang terpilih. Ia menekankan pentingnya kolaborasi sinergis untuk mewujudkan proyek-proyek energi berkelanjutan. Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa keberhasilan pendanaan tidak hanya diukur dari jumlah minat, tetapi juga dari kualitas proses, termasuk due diligence dan persetujuan internal sesuai standar kehati-hatian.

Proyek ini didukung oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai financial advisor dan konsultan pembentukan lenders panel. Semua skema pendanaan akan menjalani evaluasi kelayakan, uji tuntas, persetujuan komite, serta memenuhi regulasi hukum yang berlaku. Pendekatan terstruktur ini memperkuat kesiapan pembiayaan sebagai pilar utama pengembangan PSEL nasional, sekaligus membuka ruang bagi investasi swasta dan internasional dalam infrastruktur hijau yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya