Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

5 Tanda Cedera Anak yang Harus Segera ke IGD

Orang tua perlu waspada terhadap lima tanda cedera olahraga pada anak yang memerlukan penanganan segera di instalasi gawat darurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
5 Tanda Cedera Anak yang Harus Segera ke IGD📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kecelakaan saat berolahraga kerap terjadi pada anak, baik saat bermain di sekolah, latihan ekstrakurikuler, maupun pertandingan. Meski terlihat ringan, cedera seperti keseleo, terjatuh, atau benturan dapat berdampak serius jika tidak ditangani tepat waktu. Dokter spesialis anak menekankan pentingnya pengenalan gejala awal yang mengindikasikan cedera serius agar penanganan medis bisa segera dilakukan.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan aktivitas fisik, memberi istirahat, serta melindungi area yang terluka dari beban atau benturan tambahan. Kompres dingin dapat digunakan jika terjadi pembengkakan. Namun, jika muncul nyeri yang tak kunjung mereda, bahkan setelah istirahat atau penggunaan obat pereda nyeri, hal ini menjadi tanda perlu segera ke IGD.

Perubahan bentuk tubuh, seperti posisi anggota tubuh yang tidak normal, serta pembengkakan yang cepat dan signifikan juga menjadi indikator penting. Anak yang tidak mampu menapak, berjalan, atau menggunakan bagian tubuh tertentu juga harus segera diperiksa. Selain itu, perdarahan yang sulit dihentikan, kulit yang tampak pucat atau kebiruan, serta rasa kesemutan atau dingin pada anggota tubuh harus menjadi perhatian khusus.

Cedera yang melibatkan benturan kepala juga memerlukan penanganan mendesak. Jika anak mengalami kehilangan kesadaran, muntah berulang, kejang, kebingungan, atau perubahan perilaku, orang tua tidak boleh menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan. Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda cedera otak atau trauma serius yang membutuhkan intervensi medis segera.

Pemulihan pasca cedera harus dilakukan secara bertahap dan di bawah pengawasan profesional. Evaluasi oleh dokter spesialis kedokteran olahraga sangat penting untuk menilai kesiapan anak kembali beraktivitas. Penilaian mencakup fleksibilitas, kekuatan, keseimbangan, dan fungsi tubuh yang terluka. Kembali berolahraga sebelum kondisi pulih meningkatkan risiko cedera berulang. Layanan khusus anak dengan dukungan dokter spesialis siaga 24 jam tersedia untuk menangani kasus darurat secara cepat dan sesuai standar internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya