Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Nilai Era 90-an untuk Kebutuhan Gen Alpha

Orang tua milenial bisa mengajarkan Gen Alpha nilai-nilai kunci dari masa 1990-an, seperti sabar, kreatif, dan menjaga lingkungan, melalui pengalaman hidup yang nyata.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
7 Nilai Era 90-an untuk Kebutuhan Gen Alpha📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Generasi milenial yang tumbuh di tahun 1990-an kini menjadi orang tua bagi anak-anak kelahiran 2010 hingga 2025, atau yang dikenal sebagai Gen Alpha. Mereka menyadari bahwa masa kecil mereka, yang minim teknologi digital, justru memberi fondasi penting bagi perkembangan karakter. Di tengah dominasi gadget dan internet saat ini, nilai-nilai dari era tersebut menjadi acuan penting untuk membentuk generasi yang lebih seimbang dan peka terhadap lingkungan serta hubungan sosial.

Salah satu pelajaran utama adalah menghargai kebosanan. Di masa lalu, tanpa akses cepat ke konten digital, anak-anak justru menemukan kreativitas dalam waktu kosong—bermain di halaman, menggambar, atau menciptakan permainan baru dengan saudara. Kini, orang tua milenial diminta membantu anak-anak Gen Alpha menghadapi kebosanan tanpa langsung mengisi waktu dengan layar gadget, sehingga kemampuan berpikir kreatif tetap berkembang.

Ketekunan dan kesabaran juga menjadi nilai yang diwariskan dari masa itu. Di era 1990-an, menonton acara favorit hanya bisa dilakukan pada waktu dan hari tertentu, karena hanya ada satu saluran televisi. Hal ini melatih anak-anak untuk menunggu dengan sabar. Kini, orang tua bisa menciptakan jadwal menonton bersama anak-anak, bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai cara mengajarkan nilai kesabaran dalam menghadapi keterbatasan.

Selain itu, kesadaran akan lingkungan sudah ditanamkan sejak dini melalui prinsip 3R—mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Dengan tekanan perubahan iklim yang kini lebih besar, penting bagi Gen Alpha untuk memahami bahwa merawat bumi bukan sekadar tren, tapi kewajiban yang harus dijalankan secara konsisten. Tidak semua momen perlu diunggah ke media sosial; kebersamaan yang sejati justru terjadi saat tidak direkam atau dibagikan.

Permainan seperti Tamagotchi, yang membutuhkan perawatan rutin, menjadi simbol awal dari kepekaan terhadap tanggung jawab. Nilai ini dapat diterapkan dengan mengajarkan anak-anak merawat tanaman, hewan peliharaan, atau bahkan proyek kreatif jangka panjang. Sementara itu, bermain di luar ruangan—tanpa kaki terlindung oleh alas—menjadi cara penting untuk menghubungkan anak dengan alam.

Terakhir, generasi milenial pernah menghadapi ketakutan akan Y2K, yang mengajarkan pentingnya persiapan menghadapi ketidakpastian. Nilai ini tetap relevan: anak-anak perlu dilatih secara mental dan fisik untuk menghadapi tantangan hidup yang tak terduga. Dengan memadukan pengalaman masa lalu dan kebutuhan masa kini, orang tua bisa menjadi penghubung antara dua era yang berbeda, namun saling melengkapi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya