Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Tewas dalam Serangan di Gereja Karak, Yordania Tanggapi dengan Berkabung Nasional

Serangan terhadap upacara pemakaman di Gereja Santo George, Karak, menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya, memicu kecaman luas dari 11 negara Arab dan penetapan tiga hari berkabung nasional oleh pemerintah Yordania.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
7 Tewas dalam Serangan di Gereja Karak, Yordania Tanggapi dengan Berkabung Nasional📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan bersenjata yang menargetkan para pelayat dalam upacara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani Santo George, desa Hamoud, wilayah Karak, menyebabkan tujuh korban tewas dan 27 lainnya mengalami luka-luka serius. Aksi tersebut terjadi pada Jumat (23/10/2026), dan segera memicu respons cepat dari pemerintah Yordania yang menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan di seluruh kementerian dan instansi publik sebagai bentuk penghormatan atas tragedi yang terjadi.

Perdana Menteri Jafar Hassan menyatakan bahwa keputusan berkabung mencerminkan kesedihan menyeluruh dari rakyat Yordania, sekaligus menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap korban. Pemerintah menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung secara intensif, dengan fokus pada kemungkinan kaitan pelaku dengan ideologi ekstremis takfiri. Namun, hingga saat ini identitas dan afiliasi para penyerang belum dapat dipastikan, dan hasil akhir penyelidikan akan diumumkan setelah proses selesai.

Menurut sumber keamanan, penyerang diduga datang dari sebuah kendaraan dan menembaki para hadirin secara membabi buta. Media publik Al-Mamlaka TV melaporkan adanya dua pelaku yang keluar dari kendaraan sebelum melakukan penembakan. Aparat keamanan kini terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan pihak-pihak yang diduga terlibat. Raja Abdullah II langsung mengunjungi korban luka di Rumah Sakit Pemerintah Karak, menegaskan bahwa pelaku akan dihukum seberat-beratnya.

Respons internasional pun mengalir dari 11 negara Arab, termasuk Lebanon, Suriah, Irak, Palestina, Mesir, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain. Liga Arab serta Dewan Menteri Dalam Negeri Arab menyatakan dukungan penuh kepada Yordania dan menolak tindakan yang bertujuan memecah belah masyarakat. Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy menegaskan bahwa serangan terhadap tempat ibadah merupakan kejahatan yang tidak dapat dibenarkan oleh standar apapun.

Pemerintah Yordania juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional, menegaskan bahwa umat Kristen merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan sejarah bangsa. Menteri Komunikasi Mohammad Momani menegaskan bahwa serangan ini tidak boleh digunakan untuk memicu perpecahan antaragama. Pemerintah menyerukan ketenangan dan kebersamaan, sambil memastikan bahwa keamanan dan stabilitas negara tetap terjaga dalam menghadapi ancaman terorisme.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya