Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Addie MS dan Memes Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Sang Pelita Seni

Addie MS dan Memes mengenang mendiang Guruh Soekarnoputra sebagai sosok yang membentuk perjalanan musik, cinta, dan identitas kebudayaan mereka sejak masa muda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Addie MS dan Memes Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Sang Pelita Seni📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sosok Guruh Soekarnoputra, yang meninggal pada 26 September pada usia 73 tahun, dikenang secara pribadi oleh musisi Addie MS dan penyanyi Memes sebagai sosok yang membentuk awal dari perjalanan seni dan hubungan asmara mereka. Rumah di kawasan Sriwijaya, tempat kini disemayamkan almarhum, menjadi saksi bisu masa remaja keduanya. Di sana, Memes menghabiskan waktu belajar tari, tata rias, dan beradaptasi dengan busana adat sebelum tampil di panggung pertunjukan.

Addie MS mengungkapkan kembali kenangan saat pertama kali terlibat dalam proyek musik Guruh pada 1979, saat ia masih duduk di kelas 3 SMA. Ia sempat menolak tawaran, namun kemudian menerima tugas aransemen dalam pergelaran kedua bertajuk Cinta Indonesia, yang melibatkan lagu-lagu seperti Aji Mumpung dan Kesenian. Kepercayaan yang diberikan Guruh terus berlanjut hingga 1984, ketika Addie menangani aransemen lagu Sendiri milik Guruh yang kemudian dibawakan oleh Chrisye.

Bagi Memes, perkenalan dengan Guruh dimulai tahun 1980 saat bergabung dengan Swara Maharddhika angkatan ke-9. Di bawah bimbingan sang maestro, ia tidak hanya memperdalam keterampilan seni, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai etika, disiplin, dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Ia mengenang Guruh sebagai tokoh yang konsisten menekankan pentingnya batik, adab, dan semangat kebangsaan dalam setiap aktivitas seni yang dilakukan.

Pertemuan terakhir mereka dengan Guruh terjadi pada bulan Juni, saat bersama rekan-rekan alumni Swara Maharddhika. Meski sudah mengetahui kondisi kesehatan almarhum yang menurun, Memes menyebut bahwa privasi keluarga tetap dijaga. Ia menyampaikan kekecewaan atas kepergian cepat sang guru, namun tetap mengapresiasi legasi besar yang ditinggalkan—dalam bentuk musik, pendidikan seni, dan nilai-nilai keindonesiaan yang abadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya