ADHD dan Gangguan Pencernaan: Temuan Baru dari Studi Global
Penelitian melibatkan lebih dari 1,9 juta orang menemukan kaitan kuat antara ADHD dengan berbagai gangguan pencernaan, termasuk sembelit dan IBS.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.10 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Studi terbaru yang mencakup data dari 23 penelitian lintas negara mengungkapkan bahwa individu dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai gangguan gastrointestinal. Analisis yang melibatkan populasi berusia 2 hingga 65 tahun menunjukkan peningkatan 48 persen dalam kemungkinan mengalami gejala pencernaan secara keseluruhan dibandingkan kelompok tanpa ADHD. Temuan ini diterbitkan dalam Journal of Attention Disorders pada September 2026, hasil kerja sama peneliti dari University of Warwick Medical School.
Keluhan pencernaan yang paling sering muncul meliputi sembelit, yang terjadi hampir dua kali lebih tinggi pada penderita ADHD, serta sindrom iritasi usus (IBS) dengan peningkatan risiko 58 persen. Selain itu, risiko encopresis—keluarnya feses secara tidak terkendali—meningkat lebih dari empat kali lipat. Selain itu, diare, nyeri perut, dan dispepsia juga ditemukan lebih umum pada kelompok ini, menandakan pola keterkaitan yang signifikan.
Kemungkinan penyebab kaitan ini belum sepenuhnya dipahami, namun peneliti menyebut beberapa faktor potensial. Pola makan yang tidak teratur, impulsivitas, respons terhadap stres, serta kesulitan mendeteksi sinyal tubuh dapat memengaruhi kesehatan pencernaan. Selain itu, efek samping obat ADHD seperti stimulan—yang bisa menimbulkan mual, sakit perut, dan penurunan nafsu makan—juga perlu dipertimbangkan sebagai faktor pemicu.
Dugaan lain mengarah pada hubungan gut-brain axis, yaitu komunikasi dua arah antara sistem saraf pusat dan sistem pencernaan. Perubahan mikrobiota usus diduga memengaruhi fungsi otak melalui saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan organ dalam. Meski mekanisme ini masih bersifat hipotesis, peneliti menekankan bahwa temuan ini menunjukkan asosiasi, bukan kausalitas. Oleh karena itu, hasil penelitian harus dipahami sebagai indikasi bahwa gejala pencernaan perlu menjadi bagian dari pendekatan penanganan menyeluruh terhadap ADHD.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tujuh Kota Luar Negeri Bisa Dikunjungi dengan Tiket Rp1 Jutaan
Penerbangan dari Jakarta ke tujuh destinasi di Asia Tenggara dan Australia tersedia dengan harga mulai dari Rp1,1 jutaan untuk keberangkatan 1 Oktober 2026.
22 September 2026
Festival Seni Cahaya Hidupkan Sejarah Benteng Suwon
Festival Seni Media 2026 menghadirkan nuansa baru pada Benteng Suwon Hwaseong melalui proyeksi cahaya dan pertunjukan tari di malam hari.
22 September 2026
Pertarungan Manusia vs Robot Humanoid Pertama di Dunia
Pertarungan pertama antara manusia dan robot humanoid secara langsung digelar di San Francisco, menarik perhatian publik global dan menjadi uji coba teknologi pertarungan berbasis virtual reality.
22 September 2026

Aktivitas Seismik Berkepanjangan di Lokasi Uji Coba Nuklir Korea Utara
Studi menunjukkan gempa bumi berkelanjutan di Punggye-ri sejak uji coba terakhir 2017, menandakan kerusakan permanen pada kerak bumi.
22 September 2026
Berita Lainnya

Penataan Klaster Diaspora Dorong Sinergi Kebijakan Nasional
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Bulog Buka Peluang Kerja untuk Keluarga ASN Korban Penembakan Papua
Selasa, 22 September 2026, 23.23 WITA

Polisi Gagalkan Peredaran Etomidate via Sistem Tempel di Jakbar
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

KI sebagai Aset Jaminan Dorong Pertumbuhan UMKM
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Laboratorium Narkotika Sintetis Dibongkar di Gambir
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Kejari Mimika Tuntaskan Rp26,36 M dari Terpidana Korupsi Aerosport
Selasa, 22 September 2026, 23.22 WITA

Stadion Pajajaran Bogor Capai 39 Persen Penyelesaian
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

Pemimpin Dunia Hadir di PBB Bahas Transformasi dan Kepercayaan Global
Selasa, 22 September 2026, 23.21 WITA

