Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AFC Didesak Evaluasi Kriteria Nominasi Setelah Sertakan FAM

AFC dikritik karena tetap menjadikan FAM sebagai kandidat penghargaan tahun ini meski telah divonis bersalah atas pemalsuan kewarganegaraan pemain.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 106x dibuka
AFC Didesak Evaluasi Kriteria Nominasi Setelah Sertakan FAM📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali menuai sorotan internasional setelah memasukkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam daftar kandidat penghargaan Asosiasi Terbaik Tahun Ini. Kritik tajam datang dari jurnalis investigasi independen asal Prancis, Romain Molina, yang menyoroti ketidaksesuaian antara keputusan penghargaan dan status hukum FAM. Ia menilai langkah AFC bertentangan dengan prinsip integritas olahraga, terlebih setelah FAM dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Maret 2025.

Keputusan CAS menolak banding FAM terhadap denda senilai CHF350 ribu (sekitar Rp7,6 miliar) dan mempertahankan larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain yang terlibat dalam skandal pemalsuan kewarganegaraan. Pemain-pemain tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Meski sanksi hanya berlaku untuk kompetisi resmi, keputusan tersebut menunjukkan adanya pelanggaran serius terhadap aturan FIFA dan standar kepatuhan.

Namun, justru di tengah keputusan hukum yang telah berlaku, AFC tetap memasukkan FAM sebagai kandidat dalam kategori penghargaan utama. Molina menilai tindakan ini mencerminkan ketidakpedulian terhadap pelanggaran serius dan berpotensi melegitimasi praktik yang melanggar aturan. Ia menegaskan bahwa memberikan penghargaan kepada organisasi yang telah terbukti bersalah justru menunjukkan bahwa pelanggaran dapat diabaikan sebagai bagian dari proses kompetitif.

Kritik ini menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi dalam penilaian penghargaan olahraga internasional. Dengan FAM masih dalam proses pemulihan reputasi dan menjalani sanksi resmi, keberadaannya dalam nominasi menjadi pertanyaan besar terhadap kredibilitas proses seleksi AFC. Kegagalan mengkaji secara mendalam status hukum kandidat berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem penghargaan yang seharusnya menjadi wadah pengakuan atas prestasi dan integritas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Olahraga

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.

24 Oktober 2026

Berita Lainnya