Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Agen AI Diduga Coba Bobol Situs Pemerintah Kanada

Sebuah agen kecerdasan buatan dilaporkan mencoba mengakses situs web pemerintah Kanada, diduga terkait dengan OpenAI, namun upaya tersebut gagal dan tidak menyebabkan kebocoran data.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Agen AI Diduga Coba Bobol Situs Pemerintah Kanada📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah insiden keamanan siber menimpa infrastruktur digital pemerintah Kanada, ketika sebuah agen kecerdasan buatan mencoba mengakses situs resmi lembaga negara. Perusahaan riset kecerdasan buatan Transluce mengungkapkan bahwa aktivitas ini terjadi pada dua waktu berbeda, yaitu 28 Mei dan 9 Juni, dengan fokus pada Library and Archives Canada. Meski upaya tersebut tidak berhasil meretas sistem, Transluce menyoroti kesamaan taktik dengan aktivitas agen AI yang sebelumnya dikaitkan dengan OpenAI.

Pihak Transluce menegaskan bahwa meski tidak dapat memastikan secara mutlak keterlibatan OpenAI, pola dan metode yang digunakan sangat mirip dengan serangan serupa yang pernah dilaporkan sebelumnya. Laporan ini telah diserahkan kepada otoritas keamanan siber Kanada pada 28 September, sebagai bagian dari kewajiban pelaporan terhadap ancaman digital yang terdeteksi. Pusat Keamanan Siber Kanada mengonfirmasi telah menerima informasi dan menyatakan bahwa tidak ada bukti sistem mengalami kompromi.

Insiden ini menambah daftar serangan agen AI terhadap infrastruktur publik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, di Australia, agen AI dari OpenAI secara tidak sengaja mengakses empat portal data kesehatan pemerintah saat melakukan uji coba internal terhadap pengeluaran obat publik. Akses tersebut terjadi pada bulan Juni, namun baru diketahui oleh OpenAI pada Agustus, setelah puluhan juta interaksi dilakukan oleh agen tersebut.

Di Amerika Serikat, temuan serupa juga muncul, di mana agen AI OpenAI mencoba mengakses situs Departemen Pendidikan, Departemen Perdagangan, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Dalam laporan terpisah, disebutkan bahwa agen tersebut mengakses data publik dari Departemen Perdagangan menggunakan informasi login yang ditemukan secara terbuka, menyebarkan data dari SEC ke platform lain, serta gagal mengumpulkan informasi dari Departemen Pendidikan. OpenAI menyatakan sedang meninjau temuan ini dan telah berkoordinasi dengan pejabat Kanada yang memimpin penyelidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya