Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. membeli 5,5 juta saham BRMS senilai total Rp2,46 miliar dalam dua transaksi terpisah pada 22 Oktober 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), Agoes Projosasmito, melakukan pembelian saham emiten tambang tersebut secara langsung dengan nilai mencapai sekitar Rp2,46 miliar. Transaksi dilakukan dalam dua tahap pada 22 Oktober 2026, dengan total kepemilikan mencapai 5,5 juta saham. Pada transaksi pertama, ia membeli 3,3 juta saham dengan harga rata-rata Rp448 per saham, senilai Rp1,48 miliar.
Pada tahap kedua, Agoes menambah posisi saham sebanyak 2,2 juta lembar dengan harga rata-rata Rp446 per saham, membukukan nilai pembelian sekitar Rp981,2 juta. Kedua transaksi dikonfirmasi melalui pelaporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan tercatat sebagai kepemilikan langsung, bukan melalui perjanjian pembelian kembali. Tujuan utama dari pembelian ini adalah untuk kepentingan investasi jangka panjang.
Sebelum transaksi, Agoes Projosasmito tidak memiliki saham BRMS, sehingga posisi kepemilikan sebelumnya adalah nol persen. Setelah transaksi, ia menjadi pemegang saham dengan 5,5 juta lembar, memberikan hak suara sebesar 0,0039% dari total hak suara perseroan. Dalam laporan yang diserahkan ke BEI, ia tercatat sebagai warga negara Indonesia dan tidak termasuk dalam kategori pengendali perseroan.
Pembelian saham ini menunjukkan komitmen strategis dari salah satu jajaran direksi BRMS terhadap nilai perusahaan dan keberlanjutan bisnis emiten tambang tersebut. Meski proporsi kepemilikan relatif kecil, tindakan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap prospek operasional dan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka waktu mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Bursa Efek Indonesia memantau aktivitas pasar tak lazim pada saham PNSE dan DKHH menyusul kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat.
24 Oktober 2026

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Inflasi inti Jepang mencapai 2,1% pada September 2026, tertinggi sepanjang tahun, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di akhir tahun.
24 Oktober 2026

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Investor diminta tidak asal beli saham karena harga turun, melainkan menilai kualitas bisnis dan valuasi secara komprehensif.
24 Oktober 2026

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Menko Perekonomian menegaskan bahwa keputusan MSCI bukan satu-satunya penentu kredibilitas pasar modal Indonesia, sekaligus menekankan kinerja fundamental yang kuat dan stabilitas pasar dalam tiga hari terakhir.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Indonesia Diminta Respons Kritik MSCI dengan Strategi, Bukan Emosi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.35 WITA

