AI Ancaman Global, Pemimpin Teknologi Minta Standar Internasional
Dua CEO perusahaan kecerdasan buatan meminta PBB menyusun kerangka kerja sama global untuk mengatur risiko AI yang semakin mengancam keamanan dunia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam kesempatan berbeda namun dengan tujuan serupa, Sam Altman dari OpenAI dan Dario Amodei dari Anthropic menekankan urgensi regulasi internasional terhadap perkembangan kecerdasan buatan di hadapan Dewan Keamanan PBB. Keduanya menyampaikan kekhawatiran bahwa tanpa pengendalian bersama, kemajuan teknologi AI dapat menimbulkan ancaman serius bagi eksistensi manusia secara kolektif. Mereka menekankan bahwa kecepatan inovasi saat ini jauh melampaui kapasitas pengawasan global yang ada.
Altman menyoroti perlunya standar internasional yang mampu menilai kemampuan AI, menilai risikonya, serta memastikan bahwa manusia tetap berada di posisi kendali utama. Ia menyarankan dibentuk sistem pelaporan cepat dan akurat agar negara-negara dapat belajar dari insiden kegagalan teknologi sebelum terjadi bencana skala besar. Selain itu, ia juga mengusulkan adanya saluran komunikasi aman antar pemerintah untuk berbagi informasi mengenai ancaman keamanan AI yang muncul.
Amodei mengusulkan tiga pilar kerja sama global: perjanjian khusus yang melarang penggunaan AI untuk senjata biologis, sistem evaluasi saling verifikasi antar negara, serta standar uji coba AI berskala internasional dilengkapi mekanisme pemberitahuan insiden keamanan. Ia menyatakan bahwa isu ini merupakan ancaman keamanan global terbesar saat ini, memerlukan respons serius dan kolaboratif dari seluruh negara.
Keduanya menolak sikap ekstrem—baik yang terlalu pesimistis (disebut "trap of doomerism") maupun yang terlalu optimistis tanpa pertimbangan risiko. Altman menekankan pentingnya keseimbangan dalam menyikapi perkembangan AI, di mana teknologi bisa menjadi solusi untuk tantangan besar seperti krisis iklim dan kesehatan global, asalkan dikendalikan dengan bijak. Meski demikian, tidak ada kesepakatan formal yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Qualcomm Perkenalkan Chipset Terbaru untuk Smartphone Premium
Qualcomm meluncurkan dua chipset flagship baru, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan 8 Elite Gen 6, yang menawarkan kinerja tinggi, dukungan AI agentic, dan fitur multimedia canggih untuk perangkat premium.
24 September 2026

Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan
Pemerintah Indonesia dan Rusia memperdalam pembicaraan tentang kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi digital nasional.
24 September 2026

Pemerintah Perkuat Akurasi Bansos Lewat Teknologi Wajah dan Data Terintegrasi
Pemerintah memperbarui sistem verifikasi penerima bantuan sosial dengan integrasi face recognition dan data kepemilikan aset dari Dukcapil, BPN, hingga kepolisian untuk memastikan keakuratan dan keadilan distribusi bantuan.
24 September 2026

Status Kepegawaian Manajer Kopdes Diperjelas, Dua Pernyataan Berbeda Muncul
Penjelasan berbeda dari pejabat BUMN mengenai status kepegawaian manajer Kopdes Merah Putih memicu kebingungan, meski semua menyepakati skema PKWT dua tahun dan keterlibatan Agrinas sebagai pelaksana.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

