AI Diduga Picu Serangan Siber ke Lembaga Keuangan Korea
Presiden Lee Jae Myung mengungkap adanya indikasi penggunaan kecerdasan buatan dalam serangan siber terhadap lebih dari tujuh lembaga keuangan, memicu kekhawatiran atas keamanan data nasabah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Presiden Lee Jae Myung mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap peningkatan kompleksitas serangan siber yang menyerang sektor keuangan Korea Selatan, dengan indikasi kuat bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) digunakan sebagai alat utama. Penyelidikan resmi telah diluncurkan oleh otoritas kepolisian setelah sejumlah besar lembaga keuangan, termasuk beberapa bank besar, melaporkan kebocoran data nasabah dalam periode tujuh hari terakhir.
Berdasarkan laporan dari Komisi Jasa Keuangan, jumlah korban kebocoran data mencapai lebih dari 68.000 individu, menunjukkan dampak luas dan sistemik dari serangan tersebut. Presiden menekankan bahwa penggunaan AI dalam aksi peretasan bukan lagi sekadar ancaman hipotetis, melainkan realitas yang kini terjadi, dengan kemampuan alat berbasis AI untuk mengidentifikasi celah keamanan secara otomatis dan lebih cepat dari manusia.
Ia menyoroti bahwa kemajuan teknologi AI kini memungkinkan pelaku kejahatan siber dengan tingkat keahlian terbatas untuk melakukan serangan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh pelaku berpengalaman. Kemampuan AI dalam menganalisis pola dan memprediksi kerentanan sistem juga turut meningkatkan risiko terhadap infrastruktur kritis, termasuk bank, perusahaan, dan layanan pemerintah.
Dalam rapat kabinet, Lee Jae Myung menegaskan perlunya respons terpadu dan langkah pencegahan proaktif terhadap ancaman siber yang semakin canggih. Ia menekankan bahwa transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan keamanan siber yang seimbang, agar inovasi teknologi tidak menjadi celah bagi kejahatan yang merusak kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AS Setujui Penjualan Senjata Rp40 Triliun ke Tiga Negara Timur Tengah
Amerika Serikat menyetujui tiga transaksi senjata bernilai total US$2,27 miliar atau sekitar Rp40 triliun untuk Mesir, Kuwait, dan Uni Emirat Arab dalam konteks ketegangan regional yang meningkat.
6 Oktober 2026

11 SPBU di Kedah Diperiksa Usai Isu BBM Dicampur Air
Kementerian Kedah memeriksa 11 SPBU menyusul laporan masyarakat soal kerusakan kendaraan akibat bahan bakar yang diduga terkontaminasi air.
6 Oktober 2026

Latihan Militer di Darwin Tewaskan Satu Prajurit, PM Albanese Berduka
Satu anggota militer Australia tewas dan lima lainnya cedera dalam kecelakaan kendaraan saat latihan di Mount Bundey, Northern Territory, memicu belasungkawa dari Perdana Menteri Anthony Albanese.
6 Oktober 2026

Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran 2026 untuk Penemuan Optogenetika
Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel meraih Nobel Kedokteran 2026 atas penemuan teknik optogenetika yang merevolusi pemahaman tentang fungsi otak manusia.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

DBH Migas Siak Anjlok ke Rp36 Miliar, Bupati Minta Keadilan Fiskal
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Dana Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH Masuk Kas Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Bank Mandiri Perkuat Kebijakan Sosial di HUT ke-28
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Ekspor UMKM Capai Rp6,21 Triliun Hingga Agustus 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Investor AS Percaya pada Prospek Ekonomi Indonesia
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

Sarmuji Dorong Transformasi Industri untuk Wujudkan Ekonomi 6 Persen 2027
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.21 WITA

DEWA Perbarui Penyajian Laporan Keuangan Semester I 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.20 WITA

Stray Kids Pilih Tak Ikut Grammys demi Prinsip Musik Global
Selasa, 6 Oktober 2026, 23.16 WITA

