Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AI Ungkap Celah Kritis PHP, Pemerintah Eropa Sementara Matikan Layanan Web

Temuan celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP, ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan, memicu penonaktifan sementara situs pemerintah dan layanan publik di berbagai negara Eropa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 46x dibuka
AI Ungkap Celah Kritis PHP, Pemerintah Eropa Sementara Matikan Layanan Web📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah situs web pemerintah di Eropa mengalami gangguan akses pada hari Rabu (21/10), menyusul ditemukannya kerentanan serius dalam bahasa pemrograman PHP yang telah digunakan selama lebih dari dua dekade. Celah ini terdeteksi secara masif berkat dukungan teknologi kecerdasan buatan oleh dua perusahaan keamanan siber, yang mempercepat proses identifikasi dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode manual tradisional. Hasil temuan langsung memicu respons cepat dari berbagai lembaga, termasuk instansi pemerintah, rumah sakit, dan organisasi publik, yang memilih menonaktifkan layanan mereka sebagai tindakan pencegahan.

Pengembang PHP telah merilis pembaruan keamanan darurat untuk menutup celah yang telah mengintai dalam kode sistem selama lebih dari satu dekade. Namun, eksposur informasi perbaikan tersebut justru membuka celah bagi para pelaku serangan siber untuk mempelajari kerentanan secara lebih mendalam, terutama dengan bantuan alat berbasis AI. Para pakar menilai bahwa kecepatan penyebaran informasi keamanan kini berjalan seirama dengan kemampuan peretas untuk mengeksploitasi celah, menciptakan dinamika persaingan yang berpotensi memicu serangan massal terhadap infrastruktur digital yang belum diperbarui.

Berdasarkan data dari Censys, sekitar 1,5 juta dari 2,6 juta host yang menjalankan PHP belum menerapkan pembaruan keamanan yang tersedia. Situs-situs kritis seperti portal pemerintah Belanda, layanan pelabuhan Rotterdam, platform komunikasi sekolah di Denmark, serta sistem Wikipedia dan Internet Archive sempat menghentikan layanan sementara. Di Prancis, seluruh situs web kementerian ditempatkan dalam status pemeliharaan, sementara di Finlandia, penyedia layanan teknologi pemerintah menonaktifkan jaringan publik sebagai antisipasi risiko.

Temuan ini dilakukan secara independen oleh Calif dan Wiz, yang menggunakan model bahasa besar dan alat penelitian otonom berbasis AI seperti Wiz Atlas, Google Gemini 4 Argon, dan OpenAI GPT-5.6 Sol. Kedua perusahaan telah berkoordinasi dengan tim pengembang PHP serta mitra teknologi lainnya, termasuk Amazon, yang melaporkan deteksi upaya eksploitasi terhadap sistem jebakan sejak 17 Oktober. Meski belum dikonfirmasi secara pasti, kemungkinan besar serangan telah merambah ke sistem nyata sebelum pembaruan resmi dirilis.

Pihak-pihak terkait kini mengimbau seluruh pengguna PHP untuk segera memperbarui sistem mereka atau menonaktifkan layanan hingga perbaikan dapat diterapkan. Dengan penggunaan PHP yang mencapai sekitar 75 persen dari semua situs web yang dapat dilacak, dampak potensial dari kerentanan ini sangat luas, menjangkau berbagai sektor termasuk teknologi, pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik. Kondisi ini menegaskan kembali pentingnya kerja sama global dalam menjaga keamanan digital di era AI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya