Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Airlangga Soroti Dampak Cepat Pengumuman MSCI pada Rupiah dan Saham

Pelemahan tajam rupiah ke Rp18.037 dan jatuhnya IHSG 10,76% disebabkan pengumuman MSCI yang lebih cepat dari jadwal, menurut Menko Airlangga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 130x dibuka
Airlangga Soroti Dampak Cepat Pengumuman MSCI pada Rupiah dan Saham📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kurs rupiah mengalami tekanan signifikan pada hari Jumat (16/10/2026), menyentuh level Rp18.037 per dolar AS sekitar pukul 12.48 WIB, menyusul pengumuman MSCI yang mengusulkan perubahan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang ke kategori tersendiri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kejadian ini terjadi lebih cepat dari ekspektasi, dengan jadwal sebelumnya yang ditetapkan pada November 2026, sehingga menimbulkan gejolak pasar yang tak terduga.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan tajam, turun 630,78 poin atau 10,76% menjadi 5.233,00 pada penutupan sesi I perdagangan. Pada pembukaan, IHSG sudah melemah 8,01% di level 5.393,92, lalu sempat menyentuh titik terendah harian di 5.193,22 sebelum rebound sedikit ke level tertinggi harian 5.404,51. Airlangga menyebut bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari kejutan pengumuman yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

Ia menilai, keputusan MSCI mencerminkan evaluasi terhadap implementasi regulasi pasar modal yang dinilai masih membutuhkan waktu lebih panjang dari yang diharapkan. Menurutnya, meski usulan tersebut didasarkan pada komitmen sebelumnya, proses reformasi yang belum menunjukkan progres yang jelas dalam jangka waktu cukup lama menjadi pertimbangan utama. Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kecepatan dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi yang mendukung kepercayaan investor.

Airlangga menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk merancang langkah-langkah konkret penanggulangan risiko yang disebabkan oleh keputusan MSCI. Ia menekankan perlunya penjelasan teknis yang terukur, serta penentuan timeline yang jelas agar investor, baik lokal maupun asing, dapat melihat komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola pasar modal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya