Airlangga Soroti Dampak Cepat Pengumuman MSCI pada Rupiah dan Saham
Pelemahan tajam rupiah ke Rp18.037 dan jatuhnya IHSG 10,76% disebabkan pengumuman MSCI yang lebih cepat dari jadwal, menurut Menko Airlangga.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 130x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kurs rupiah mengalami tekanan signifikan pada hari Jumat (16/10/2026), menyentuh level Rp18.037 per dolar AS sekitar pukul 12.48 WIB, menyusul pengumuman MSCI yang mengusulkan perubahan status pasar saham Indonesia dari pasar berkembang ke kategori tersendiri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kejadian ini terjadi lebih cepat dari ekspektasi, dengan jadwal sebelumnya yang ditetapkan pada November 2026, sehingga menimbulkan gejolak pasar yang tak terduga.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan tajam, turun 630,78 poin atau 10,76% menjadi 5.233,00 pada penutupan sesi I perdagangan. Pada pembukaan, IHSG sudah melemah 8,01% di level 5.393,92, lalu sempat menyentuh titik terendah harian di 5.193,22 sebelum rebound sedikit ke level tertinggi harian 5.404,51. Airlangga menyebut bahwa penurunan ini merupakan dampak langsung dari kejutan pengumuman yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
Ia menilai, keputusan MSCI mencerminkan evaluasi terhadap implementasi regulasi pasar modal yang dinilai masih membutuhkan waktu lebih panjang dari yang diharapkan. Menurutnya, meski usulan tersebut didasarkan pada komitmen sebelumnya, proses reformasi yang belum menunjukkan progres yang jelas dalam jangka waktu cukup lama menjadi pertimbangan utama. Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kecepatan dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi yang mendukung kepercayaan investor.
Airlangga menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk merancang langkah-langkah konkret penanggulangan risiko yang disebabkan oleh keputusan MSCI. Ia menekankan perlunya penjelasan teknis yang terukur, serta penentuan timeline yang jelas agar investor, baik lokal maupun asing, dapat melihat komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola pasar modal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
BRI resmi luncurkan program buyback saham tahap kedua senilai maksimal Rp1 triliun, berlangsung hingga Januari 2027, dengan tetap jaga kesehatan permodalan dan kepercayaan pemegang saham.
24 Oktober 2026

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026) menyusul koreksi tajam saham teknologi AS akibat kekhawatiran pendanaan infrastruktur kecerdasan buatan.
24 Oktober 2026

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,12% ke level 5.387,90 didorong kenaikan saham unggulan dan ekspansi bisnis emiten, meski investor asing catatkan penjualan bersih besar.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

50 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Siapkan Solusi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

DSN MUI Ungkap Dua Aset Kripto Berpotensi Halal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

