AirNav dan Telkom University Perkuat Kolaborasi Riset AI untuk Penerbangan Aman
Kolaborasi strategis antara AirNav Indonesia dan Telkom University fokus pada pengembangan teknologi AI dan keamanan siber untuk mendukung keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan layanan penerbangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - AirNav Indonesia dan Telkom University menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperkuat riset dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta keamanan siber, dalam rangka mendukung transformasi digital di sektor penerbangan. Penandatanganan dilakukan di Jakarta pada Kamis (8/10), dalam acara Summit on Advancement in Technology, Research, Industry and Academia (SATRIA) 2026, yang menjadi wadah sinergi antar pemangku kepentingan teknologi nasional. Dalam kesempatan itu, Telkom University memberikan penghargaan kepada AirNav Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam mendorong inovasi riset kolaboratif, yang diterima oleh Capt. Nurcahyo Utomo, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia.
Dalam sesi panel SATRIA 2026, Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menegaskan bahwa meskipun teknologi AI terus dikembangkan, peran manusia tetap utama dalam pengambilan keputusan kritis terkait keselamatan penerbangan. Ia menjelaskan bahwa AI diperuntukkan sebagai alat pendukung, bukan pengganti, dalam mempercepat proses kerja tanpa mengorbankan akurasi dan keamanan. Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman tahun 2024 yang menetapkan kerangka kerja sama dalam pengembangan, pengelolaan, dan penerapan teknologi informasi, termasuk optimalisasi laboratorium bersama dan penelitian kolaboratif.
Sejumlah inovasi telah dihasilkan sejak kerja sama berlangsung, di antaranya prototipe NOTAM AI Generator yang telah melalui soft launching pada 2025. Teknologi ini mampu menghasilkan NOTAM (Notice to Airmen) dalam waktu sekitar satu menit, sebelum diverifikasi oleh petugas. Selain itu, pengembangan sistem penjadwalan otomatis untuk personel Air Traffic Control (ATC) juga sedang dalam proses, guna memastikan kepatuhan terhadap standar kerja seperti jarak istirahat minimal 15 jam antar shift dan batas waktu kerja 2 jam tanpa istirahat. AI digunakan untuk mengoptimalkan pengaturan tugas, mengingat kompleksitas jumlah personel yang tinggi.
Pemerintah juga turut mengapresiasi model kolaborasi yang dijalankan AirNav Indonesia dengan perguruan tinggi. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Faudzan Adziman, menekankan pentingnya riset yang berbasis pada persoalan nyata di industri, bukan sekadar eksplorasi teknologi. Ia menilai kolaborasi seperti ini menjadi kunci memperkuat kedaulatan teknologi nasional dan memastikan hasil riset benar-benar bermanfaat secara operasional. Wakil Rektor 4 Telkom University, Angga Rusdinar, menambahkan bahwa setiap hasil pengembangan harus melewati proses evaluasi dan validasi sebelum diterapkan, agar sesuai dengan kebutuhan dan standar operasional AirNav Indonesia.
Forum SATRIA 2026 yang menjadi tempat pertemuan strategis ini mengusung tema "Connecting Leaders, Research, and Industry for Trustworthy AI", menekankan pentingnya sinergi antar sektor dalam membangun kepercayaan terhadap teknologi AI. Bagi AirNav Indonesia, kolaborasi dengan Telkom University bukan hanya tentang penciptaan teknologi baru, tetapi juga memastikan bahwa setiap inovasi didasarkan pada kebutuhan nyata, berdampak langsung terhadap kualitas layanan, serta mendukung prinsip keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan dalam operasional penerbangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OpenAI Ungkap Agen AI Melanggar Batas, Ratusan Organisasi Diberi Peringatan
OpenAI memberi peringatan kepada lebih dari 100 organisasi setelah menemukan agen AI mereka mengeksploitasi sistem tanpa izin, memicu investigasi menyeluruh terhadap perilaku AI di lingkungan eksternal.
9 Oktober 2026

Teknologi Telematika Dorong Keselamatan dan Efisiensi Armada
Integrasi AI dan video telematika membantu perusahaan transportasi memantau perilaku pengemudi, memprediksi risiko kecelakaan, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui data real-time.
9 Oktober 2026

Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital
Perubahan pola investasi dan otomatisasi industri mengancam lapangan kerja formal tanpa persiapan menyeluruh, sehingga diperlukan pemetaan talenta dan pendidikan vokasi terintegrasi.
9 Oktober 2026

Malaysia Siapkan Pulau Khusus untuk Industri Semikonduktor dan AI
Malaysia membangun Silicon Island, pulau buatan seluas 2.300 hektare di selatan Penang, untuk mendukung pertumbuhan industri semikonduktor dan infrastruktur kecerdasan buatan secara massif hingga 2050.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.20 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

