Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Akses Internet Terbatas di Mentawai, Warga Terpaksa Tempuh Jalur Ekstrem

Warga Kepulauan Mentawai masih menghadapi keterbatasan akses internet, menyebabkan keterlambatan pesan hingga 7 jam dan ketergantungan pada layanan tidak resmi seperti Sikakap Online.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Akses Internet Terbatas di Mentawai, Warga Terpaksa Tempuh Jalur Ekstrem📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah perkembangan digital yang pesat di Indonesia, warga Kepulauan Mentawai justru masih menghadapi tantangan ekstrem dalam memperoleh koneksi internet yang stabil. Seorang guru SD di Desa Sinangka, Yesmidi Herita Fatmawati Harefa, mengalami kejadian klasik: pesan WhatsApp yang dikirim pada pukul 20.00 baru tiba di penerima pada pukul 03.00 dini hari. Kejadian seperti itu bukan sekadar kebetulan, melainkan realitas yang diulang-ulang setiap hari oleh ratusan warga yang tinggal di wilayah terpencil.

Untuk mendapatkan sinyal, mereka memilih cara ekstrem—memanjat pohon, menyeberang sungai dengan rakit, atau menempuh jarak puluhan kilometer dengan sepeda motor. Akses digital yang dianggap sebagai hak dasar di era modern justru menjadi mimpi bagi banyak penduduk di gugusan pulau terluar Sumatra Barat ini. Meski penetrasi internet nasional telah mencapai 81,7%, lebih dari 200 permukiman di Kabupaten Kepulauan Mentawai belum terjangkau jaringan internet, menurut catatan pemerintah daerah.

Kasus Yogi Gilang Arya Setia, pengelola layanan internet Sikakap Online, menjadi simbol perjuangan masyarakat yang terpinggirkan. Ia ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2025 dan ditahan sejak 8 Juli 2026 karena menjual voucher akses internet satelit Starlink tanpa izin resmi. Namun, Yogi menyatakan usahanya bertujuan membantu kebutuhan komunikasi dan akses informasi warga. Dalam pernyataan yang dikirim lewat kuasa hukumnya, ia menegaskan bahwa ini adalah perjuangan untuk memperbaiki kondisi telekomunikasi di daerah rawan bencana seperti Mentawai.

Pada 7 September 2026, majelis hakim Pengadilan Negeri Padang mengabulkan penangguhan penahanan terhadap Yogi, yang berlaku hingga putusan akhir pada pertengahan Oktober. Kini, layanan Sikakap Online tetap menjadi satu-satunya alternatif bagi warga yang membutuhkan akses internet untuk keperluan belajar, tugas sekolah, atau komunikasi darurat. Pelajar seperti Yoga Haidi Wanda dari SMAN 1 Pagai Utara-Selatan mengakui bahwa sinyal internet gratis di sekolah tidak stabil dan terbatas bagi masyarakat umum, sementara di kampung halamannya, akses internet benar-benar tidak tersedia.

Dalam kondisi tanpa listrik, warga terpaksa menggunakan genset atau solar panel, sehingga akses internet menjadi semakin sulit. Guru Zainal Efendi bahkan harus pindah ke Kota Padang selama dua bulan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru secara daring. Sementara warga lain yang tinggal dekat base transceiver station (BTS) tetap mengalami gangguan komunikasi yang parah. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah akses internet bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kegagalan pemerintah dalam memenuhi hak dasar warganya di era digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya