Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aksi Massa di Italia Utara Ricuh Akibat Lonjakan Biaya Hidup

Aksi protes di Milan, Bologna, dan Turin berubah menjadi kerusuhan akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga BBM dan beban hidup yang tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Aksi Massa di Italia Utara Ricuh Akibat Lonjakan Biaya Hidup📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Aksi demonstrasi yang awalnya berjalan terkendali di sejumlah kota di Italia Utara berubah menjadi kerusuhan setelah massa menyerang kendaraan polisi. Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar serta peningkatan anggaran pertahanan, yang dinilai semakin membebani masyarakat. Di Milan, Bologna, dan Turin, kerumunan membakar mobil dinas dan melemparkan batu ke arah petugas keamanan.

Kerusuhan terjadi setelah aksi damai berubah dramatis dalam waktu singkat, di mana massa mulai menyerang fasilitas publik dan kendaraan dinas. Petugas kepolisian dikerahkan untuk mengendalikan situasi, namun sejumlah kendaraan polisi rusak parah akibat serangan batu dan percikan api. Kepolisian setempat menyatakan bahwa tindakan kekerasan berasal dari kelompok yang tidak terkendali, bukan bagian dari demonstrasi yang terorganisir.

Masyarakat setempat menyatakan kekecewaan terhadap kondisi ekonomi yang terus memburuk. Beberapa demonstran mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM dan biaya hidup sehari-hari telah mengancam keberlangsungan keluarga mereka. Mereka menuntut pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa perlawanan terhadap kebijakan fiskal harus dilakukan secara damai dan sesuai hukum. Namun, pihak berwenang juga mengakui bahwa ketegangan sosial semakin memburuk akibat tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Upaya mediasi sedang dilakukan untuk menenangkan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya