Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aksi Pemuda LIRA Dorong Penyelesaian Konflik Lahan di Blok D2

Puluhan pemuda LIRA Konawe Selatan unjuk rasa menuntut penyelesaian konflik lahan dan pembayaran royalti di Blok D2, didampingi Wakapolres hingga ke DPRD yang berjanji sidak lapangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 89x dibuka
Aksi Pemuda LIRA Dorong Penyelesaian Konflik Lahan di Blok D2📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Puluhan pemuda dari DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Konawe Selatan menggelar aksi demonstrasi di wilayah perbatasan Desa Watumohoti, Kecamatan Palangga, pada Senin, 19 Oktober 2026. Aksi yang dimulai dari perempatan Kantor Dukcapil ini berlangsung dengan long march menuju Gedung DPRD Kabupaten Konawe Selatan, dengan tuntutan utama terkait sengketa lahan dan pembayaran royalti dari wilayah IUP PT Jagad Rayatama di Blok D2.

Kepolisian Resor Konawe Selatan, dipimpin Wakapolres Kompol Hartono, turut mengamankan aksi secara profesional dan humanis. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk menjamin hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus menjaga ketertiban umum. “Kami hadir bukan untuk menghambat, melainkan untuk memastikan proses berjalan lancar dan semua pihak merasa aman,” ujar Hartono saat berada di lokasi.

Setelah tiba di DPRD Konsel, massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Hamrin, S.Kom., M.Ap. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD menyatakan komitmen untuk segera melakukan peninjauan lapangan ke lokasi IUP PT Jagad Rayatama yang berbatasan dengan Desa Watumerembe. Sidak akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 09.00 WITA, dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan dan perwakilan warga.

Hasil sidak nantinya akan menjadi dasar bagi DPRD untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas secara mendalam persoalan konflik lahan dan kewajiban pembayaran royalti. Aksi berakhir pada pukul 11.10 WITA dengan massa membubarkan diri secara tertib, tanpa ada kejadian berarti. Situasi tetap terkendali dan kondusif sepanjang proses.

Polres Konsel menegaskan kembali bahwa penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak asasi warga harus berjalan beriringan. Di sisi lain, DPRD Konsel menegaskan bahwa keadilan sosial dan keberlanjutan pembangunan harus menjadi prioritas, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang melibatkan masyarakat lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya