Aktor Swann Arlaud Dukung Aksi Pelajar Prancis
Aktor Swann Arlaud turut serta dalam aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa di Paris, mendukung tuntutan reformasi sistem pendidikan nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aktor Prancis Swann Arlaud hadir secara langsung dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Boulevard Voltaire, Paris, pada Selasa (6/10), mendampingi ratusan pelajar dan mahasiswa yang menuntut perubahan mendalam pada sistem pendidikan negara. Dengan mengenakan setelan kerja biru dan sepatu kets, ia berjalan di tengah barisan massa, menunjukkan dukungan simbolik terhadap gerakan yang kini menggema di berbagai kota Prancis.
Dalam momen singkat yang terekam kamera jurnalis independen, Arlaud menyampaikan pesan singkat kepada para peserta aksi: “Tetap semangat untuk kalian.” Ia memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut kepada media, menegaskan bahwa kehadirannya sendiri sudah menjadi bentuk dukungan yang jelas. Sikap ini melengkapi rekam jejaknya dalam gerakan sosial, termasuk dukungan terhadap gerakan MeToo, aksi Rompi Kuning, serta penandatanganan petisi anti-Bolloré di Festival Film Cannes.
Dukungan serupa datang dari sejumlah tokoh budaya Prancis. Aktris Camille Cottin, yang memerankan Madame Thénardier dalam adaptasi film *Les Misérables*, menyebut aksi blokade pelajar mirip dengan adegan barikade dalam karya Victor Hugo, menggambarkan perjuangan generasi muda yang berani. Ia menyatakan bahwa aksi tersebut menyentuh emosinya secara mendalam. Aktor Tahar Rahim, yang memerankan Inspektur Javert, juga menegaskan dukungannya, menyebut aksi para pemuda sebagai perjuangan untuk masa depan seluruh rakyat, guru, dan anak-anak.
Banyak tokoh publik lain, termasuk penyanyi Louane dan kreator konten populer seperti Squeezie serta Lena Situations, turut menguatkan gerakan ini. Sementara itu, Tibo Inshape menyoroti rendahnya anggaran pendidikan nasional dan menyesalkan tindakan perusakan oleh sebagian oknum, menekankan pentingnya mempertahankan jalur aksi damai. Aksi yang berlangsung sejak awal Oktober 2026 dipicu oleh krisis sistem pendidikan, termasuk kelangkaan guru, kelas yang padat dengan rata-rata 32 hingga 35 siswa, serta fasilitas sekolah yang rusak dan tidak layak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Other Mommy: Teror Ibu Tiruan yang Mengancam Keluarga
Film horor terbaru Other Mommy menggambarkan perjuangan seorang ibu melawan entitas supranatural yang menyerupai dirinya demi menyelamatkan anaknya dari ancaman mengerikan.
9 Oktober 2026

IMX 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Legenda JDM
Pameran modifikasi otomotif IMX 2026 dibuka di ICE BSD City dengan hadirnya tiga legenda JDM dan berbagai karya modifikasi global, menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas otomotif Asia Tenggara.
9 Oktober 2026

Korea Selatan Tarik Duta Besar dari Ukraina Akibat Pemindahan Tawanan Perang
Korea Selatan menarik duta besarnya dari Kyiv menyusul keberangkatan dua tawanan perang asal Korea Utara ke Seoul tanpa kesepakatan kerahasiaan, memicu ketegangan diplomatik.
9 Oktober 2026

Vape Berpotensi Picu Diabetes, Studi BRIN Soroti Dampak Jangka Panjang
Studi awal BRIN menemukan vape dapat mengganggu produksi insulin dan memicu resistensi gula darah, menjadi peringatan serius bagi pengguna muda meski efeknya tidak langsung terlihat.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sidang Pemakzulan Wapres Filipina Fokus pada Ketidaksesuaian Pendapatan dan Kekayaan
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Meikarta Jadi Pilot Project Hunian Ramah Lingkungan Berbasis Energi Bersih
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA

Koordinasi Lintas Kementerian Dorong Ekosistem Mobil Listrik Nasional
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Prabowo Tinjau Progres 100 Kampung Nelayan di Hambalang
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

20.000 Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa Besar di New Delhi
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

Kerusuhan di Afrika Selatan Dorong Pengungsian Massal
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.06 WITA

BI Tahan Suku Bunga, Dorong Masuknya Modal Asing
Jumat, 9 Oktober 2026, 23.05 WITA

