Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aliansi Pemuda Sultra Minta Tutup Dapur MBG Wonggeduku Pasca Temuan Bangkai Tikus

Aliansi Pemuda Sultra menggelar aksi boikot dan menuntut penutupan permanen Dapur MBG Wonggeduku pasca temuan bangkai tikus dan bau busuk dalam sidak mendadak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Aliansi Pemuda Sultra Minta Tutup Dapur MBG Wonggeduku Pasca Temuan Bangkai Tikus📷 MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Aliansi Pemuda Sultra akan menggelar aksi besar-besaran pada 30 September 2026 di depan kantor Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara, menuntut penutupan permanen Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Aksi ini muncul menyusul temuan mencemaskan dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Ketua Komisi III DPRD Konawe, di mana ditemukan bau tidak sedap dan bangkai tikus di area dapur yang menjadi tempat persiapan makanan siswa.

Temuan tersebut menjadi dasar utama seruan penutupan program yang seharusnya menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan gizi anak-anak. Dalam dokumen resmi yang disebar, aliansi menegaskan bahwa keamanan pangan adalah hak dasar anak bangsa, dan keberadaan bangkai hewan di dapur yang menyediakan makanan bagi pelajar menunjukkan kegagalan pengelolaan.

Tuntutan utama aksi mencakup dua poin: pertama, penutupan permanen Dapur MBG Wonggeduku oleh Gubernur Sultra sebagai langkah pencegahan risiko kesehatan; kedua, pemanggilan rapat dengar pendapat (RDP) oleh DPRD Sultra dengan seluruh instansi terkait untuk mengungkap secara transparan temuan dan menentukan langkah tindak lanjut.

Koordinator aksi, Yongki Ardiansyah, menegaskan bahwa meskipun program MBG memiliki tujuan mulia, pengelolaannya yang tidak memenuhi standar higiene justru membahayakan kesehatan anak-anak. “Jangan sampai program yang dimaksudkan untuk menyelamatkan gizi justru menjadi ancaman kesehatan. Jika di dapur sudah ada bangkai tikus, bagaimana bisa menjamin kebersihan dan kualitas makanan?” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Dapur MBG Wonggeduku terkait temuan tersebut. Aksi massa yang akan digelar menekankan pentingnya akuntabilitas dan pengawasan ketat terhadap program publik yang menyangkut kesehatan anak-anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya