Amazon Catat Deforestasi Terendah Sejak 1988
Penebangan hutan di Amazon mencapai 3.335 km² dalam 12 bulan hingga Juli, rekor terendah sejak pemantauan dimulai pada 1988, menandai kemajuan signifikan dalam pelestarian lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 123x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peta deforestasi hutan hujan Amazon kini menunjukkan penurunan drastis, dengan luasan hutan yang dirambah selama periode 12 bulan hingga Juli mencapai 3.335 kilometer persegi. Angka ini menjadi catatan terendah dalam sejarah pencatatan resmi sejak 1988, menandai perubahan signifikan dibandingkan puncak deforestasi pada era 1990-an yang mencapai hampir 30 ribu km² per tahun. Data tersebut dikeluarkan oleh Badan Penelitian Antariksa Brasil (Inpe), yang menjadi rujukan utama dalam pemantauan lingkungan di wilayah tersebut.
Pemerintah Brasil menyambut positif capaian ini sebagai bukti efektivitas kebijakan lingkungan yang diperkuat sejak 2023. Presiden Lula da Silva menegaskan bahwa target jangka panjangnya tetap berpijak pada pencapaian nol deforestasi ilegal pada tahun 2030. Ia mengunggah hasil laporan tersebut di media sosial, menyertakan kutipan dari media lokal yang menyoroti pencapaian bersejarah ini sebagai langkah penting dalam upaya konservasi iklim.
Perubahan drastis terjadi sejak era sebelumnya, khususnya selama kepemimpinan Jair Bolsonaro (2019–2022), di mana rata-rata hutan Amazon yang hilang mencapai sekitar 11.600 km² per tahun. Sejak peralihan kekuasaan, tren penebangan ilegal menurun secara konsisten, dengan penurunan hingga 71,2 persen dalam empat tahun terakhir. Faktor utama yang menyokong penurunan ini dikaitkan dengan peningkatan pengawasan, pelibatan satuan tugas khusus, serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pelanggaran lingkungan.
Organisasi pemantau iklim Observatorio do Clima menyampaikan apresiasi atas perkembangan ini, menilai bahwa kemauan politik yang kuat dapat menjadi pemicu penurunan emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan. Anggota organisasi tersebut, Marico Astrini, menekankan bahwa pencapaian ini membuka peluang nyata untuk memperkuat komitmen global terhadap penanganan krisis iklim, asalkan kebijakan yang efektif tetap dipertahankan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

