Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ampas Kopi Tidak Cocok untuk Dibuang ke Kloset

Menggunakan ampas kopi sebagai pembersih toilet secara langsung di flush berisiko menyumbat pipa dan merusak sistem pembuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.26 WITA·👁 4 orang membaca· 4 hari ini · 9x dibuka
Ampas Kopi Tidak Cocok untuk Dibuang ke Kloset📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan ampas kopi untuk menghilangkan bau toilet kini menjadi tren di berbagai negara, termasuk di wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Ide ini muncul dari anggapan bahwa kandungan nitrogen dalam ampas kopi dapat menyerap aroma tidak sedap. Beberapa pengguna bahkan mengombinasikannya dengan baking soda dan cuka sebagai pembersih alami untuk noda di mangkuk toilet. Namun, praktik membuang ampas kopi langsung ke dalam toilet melalui flush tidak disarankan oleh ahli sanitasi.

Ampas kopi memiliki struktur padat dan tidak larut dalam air, berbeda dengan bahan yang dirancang khusus untuk sistem perpipaan seperti tisu toilet. Ketika dimasukkan ke dalam saluran pembuangan, ampas kopi cenderung menumpuk dan menempel di dinding pipa. Dengan waktu, partikel-partikel ini saling menggumpal, membentuk massa padat yang sulit terurai. Gumpalan ini kemudian menarik partikel lemak dan minyak yang ikut terbawa, memperparah penyumbatan secara bertahap.

Kerusakan sistem pipa akibat akumulasi ampas kopi bisa berdampak serius, termasuk peningkatan tekanan dalam saluran dan kebutuhan perbaikan yang mahal. Untuk rumah yang menggunakan septic tank, risiko lebih besar lagi. Ampas kopi menghambat proses dekomposisi alami mikroorganisme dalam tangki, sehingga menurunkan efisiensi pengolahan limbah. Hal ini berpotensi mempersingkat masa pakai tangki dan meningkatkan biaya pemeliharaan atau layanan penyedotan.

Oleh karena itu, ahli menekankan bahwa ampas kopi sebaiknya digunakan secara terpisah—diletakkan di wadah terbuka di dekat toilet untuk menyerap bau secara alami. Metode ini lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan tanpa membahayakan infrastruktur sanitasi rumah tangga. Menghindari praktik flushing ampas kopi merupakan langkah bijak untuk menjaga kesehatan sistem pembuangan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya