Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Amran Sulaiman Sidak Kementan, Temukan Pegawai Merokok dan Meja Kosong

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke dua direktorat di Jakarta, menemukan pelanggaran disiplin, meja kosong tanpa keterangan, dan potensi penyalahgunaan data penyaluran benih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Amran Sulaiman Sidak Kementan, Temukan Pegawai Merokok dan Meja Kosong📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan tak terduga ke kantor Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Ia langsung memasuki area kerja tanpa pemberitahuan, memeriksa aktivitas pegawai secara langsung. Dalam perjalanannya, Amran menemukan seorang pegawai yang sedang merokok di area kantin saat jam kerja, meski lokasi tersebut bukan zona merokok resmi. Ia langsung menegaskan kembali aturan disiplin dan meminta atasan langsung memanggil pegawai bersangkutan.

Amran juga memperhatikan kondisi ruangan yang tidak terawat, termasuk adanya sampah berserakan. Ia memerintahkan segera membersihkan area kerja dan memasang sistem pengawasan CCTV untuk menjamin akuntabilitas. Ia menyoroti ketidaksesuaian antara keberadaan barang pribadi di meja dengan ketidakhadiran pegawai, menyatakan bahwa sejumlah bangku kosong tetap memiliki tas dan peralatan pribadi. Dari penjelasan staf, sebagian pegawai diklaim sedang rapat atau bertugas di luar kantor, termasuk ke Subang dan Bogor.

Namun, saat memverifikasi keberadaan pegawai melalui telepon dan permintaan video call, muncul ketidaksesuaian informasi. Petugas keamanan awalnya menyatakan keberangkatan pegawai pada pukul 07.00 WIB, tetapi keterangan berubah menjadi siang hari. Amran menegaskan bahwa penipuan data dan ketidakjujuran dalam pelaporan merupakan bentuk pelanggaran serius, yang harus segera diperbaiki. Ia juga mengkritik mekanisme penyaluran benih gratis kepada petani, yang dinilai rentan terhadap manipulasi dokumen seperti BAST.

Untuk menjamin keabsahan penyaluran, Amran meminta Inspektorat Jenderal segera turun tangan melakukan pemeriksaan langsung. Ia menekankan bahwa penerima benih harus menandatangani dokumen secara fisik, dengan pemeriksaan oleh PPL dan verifikasi lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran berasal dari uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Dalam penutupan sidak, Amran menegaskan bahwa pelanggaran disiplin akan dihukum, termasuk skorsing satu minggu bagi pegawai yang kedapatan merokok saat jam kerja, dengan ancaman pemecatan jika terulang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya