Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

An Se Young Pecahkan Rekor Susy Susanti di Denmark Open 2026

Atlet bulutangkis Korea Selatan, An Se Young, resmi menjadi pemain tunggal putri dengan gelar terbanyak sepanjang masa setelah menjuarai Denmark Open 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.10 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
An Se Young Pecahkan Rekor Susy Susanti di Denmark Open 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - An Se Young berhasil mencatatkan sejarah baru dalam dunia bulutangkis dunia dengan memenangkan gelar juara Denmark Open 2026, yang menjadi gelar ke-47 dalam karier profesionalnya. Kemenangan ini secara resmi melampaui catatan legenda Indonesia, Susy Susanti, yang sebelumnya menjadi pemegang rekor gelar terbanyak di kategori tunggal putri. Pencapaian ini menjadi bukti dominasi berkelanjutan yang ditunjukkan oleh petenis muda berusia 24 tahun tersebut.

Final yang digelar pada Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi laga yang penuh ketegangan. An Se Young harus menghadapi Akane Yamaguchi, salah satu pemain terbaik dunia, dalam pertarungan sengit yang berlangsung tiga gim. Di gim ketiga, ia sempat tertinggal 6-11 dan harus menunjukkan ketahanan mental serta strategi taktis yang matang. Dengan tekad yang kuat, An Se Young berhasil mengejar ketertinggalan dan menutup pertandingan dengan skor 21-23, 21-14, 21-18.

Kemenangan ini bukan sekadar hasil dari satu pertandingan, melainkan hasil dari konsistensi dan performa luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, An Se Young telah meraih 11 gelar, termasuk juara Dunia, juara Asia, dan emas Asian Games. Sejak 2023, ia telah mendominasi ajang-ajang World Tour dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di kancah internasional.

Dengan usia muda dan performa yang stabil, An Se Young memiliki prospek besar untuk terus memperluas rekor gelar yang telah dibuatnya. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, pencapaian ini menunjukkan tingkat kematangan teknis dan mental yang luar biasa. Rekor yang kini dipegangnya diperkirakan akan sulit dipecahkan oleh generasi berikutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya