Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ancaman Siber Marak di Jepang, Wisatawan Diminta Waspada

Riset Kaspersky mengungkap lonjakan ancaman siber di Jepang yang mengancam keamanan wisatawan asing, termasuk dari Indonesia, terutama melalui WiFi publik dan penipuan QR.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
Ancaman Siber Marak di Jepang, Wisatawan Diminta Waspada📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kaspersky mengungkap tren meningkatnya serangan siber yang sengaja mengincar wisatawan di Jepang, dengan data menunjukkan lebih dari 32 juta deteksi ancaman web umum dalam periode tertentu. Ancaman ini muncul saat pengguna mencari informasi perjalanan, memesan layanan, atau terhubung ke jaringan publik di lokasi wisata. Dalam konteks tersebut, pengguna dari luar negeri, termasuk dari Indonesia, menjadi sasaran utama karena kebiasaan digital yang berbeda dan keterbukaan terhadap layanan baru.

Selain ancaman web, riset juga menemukan sekitar 201 ribu deteksi perangkat pencuri kata sandi, yang dirancang untuk menangkap kredensial pengguna dari peramban dan aplikasi. Lebih lanjut, tercatat sekitar 209 ribu deteksi spyware yang mampu memantau aktivitas digital dan mengakses data sensitif, serta hampir 294 ribu deteksi backdoor yang memungkinkan akses tidak sah ke perangkat. Ancaman-ancaman ini secara aktif dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi kerentanan pengguna yang sedang berada di lingkungan asing.

Para peneliti Kaspersky menekankan bahwa wisatawan cenderung mengabaikan aspek keamanan siber saat menjelajah destinasi baru. Kondisi ini memudahkan penjahat digital memanfaatkan kecepatan pengambilan keputusan, ketergantungan pada layanan digital asing, serta koneksi ke jaringan tak terverifikasi. “Ketika seseorang sedang berlibur, fokusnya terhadap pengalaman baru jauh lebih besar daripada keamanan digital. Ini yang dimanfaatkan oleh pelaku penipuan,” kata peneliti keamanan utama dari tim GReAT Kaspersky.

Untuk menghindari risiko, Kaspersky menyarankan wisatawan untuk selalu berhati-hati saat menggunakan WiFi publik di bandara, hotel, kafe, dan pusat perbelanjaan. Jaringan gratis yang tersedia luas bisa menjadi sarana bagi penyerang untuk membuat hotspot palsu guna mencuri data login atau informasi keuangan. Selain itu, penggunaan kode QR untuk pembayaran juga menjadi celah serius, mengingat ekosistem nontunai di Jepang sangat berkembang.

Pengguna diminta memverifikasi nama pedagang dan detail transaksi sebelum menyetujui pembayaran, menghindari kode QR yang tampak rusak atau berubah, serta memastikan notifikasi pembayaran tetap aktif. Jika ragu, sebaiknya konfirmasi langsung dengan staf terkait. Tindakan pencegahan ini dinilai krusial untuk menjaga keamanan digital selama perjalanan di Jepang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya