Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggun dan Prince Poetiray Hibur Penonton Sebelum Final ASEAN Cup

Penyanyi legendaris Anggun dan musisi muda Prince Poetiray tampil di Stadion Utama GBK sebelum laga final Indonesia vs Thailand dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Anggun dan Prince Poetiray Hibur Penonton Sebelum Final ASEAN Cup📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebelum kick-off final FIFA ASEAN Cup 2026, panggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipadati sorotan lampu dan antusiasme penonton. Sejumlah seniman lokal tampil sebagai pembuka, termasuk Prince Poetiray, yang membawakan lagu Selalu Ada di Nadimu, soundtrack film Jumbo yang menjadi fenomena di layar lebar. Dengan mengenakan jersey putih Timnas Indonesia, ia membawa nuansa kebanggaan nasional dalam setiap nada yang dinyanyikannya.

Penampilan berlanjut dengan kehadiran Anggun C. Sasmi yang tampil memesona dalam balutan gaun emas dan blazer biru emas. Ia membawakan lagu Mimpi dengan vokal yang mengalun lembut, ditemani pencahayaan lampion yang menciptakan suasana magis. Setelah lagu pertama, Anggun melepas blazernya dan melanjutkan dengan Snow on the Sahara, disertai tarian tradisional dari berbagai daerah Indonesia yang menambah kekayaan budaya dalam perhelatan olahraga tingkat regional.

Laga final antara Timnas Indonesia dan Thailand digelar pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB di SUGBK. Indonesia memastikan diri melaju ke final setelah meraih tujuh poin dari tiga pertandingan grup: menang 2-0 atas Singapura, imbang tanpa gol melawan Malaysia, serta menang telak 9-2 atas Bangladesh. Sementara Thailand unggul dengan 6 poin dari dua pertandingan awal, termasuk kemenangan 2-0 atas Vietnam pada 29 September, dan tetap kokoh di puncak klasemen meski kalah dari Filipina di pertandingan terakhir.

Kehadiran musisi ternama dalam acara pembuka final menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga wadah perpaduan seni, budaya, dan semangat nasional. Penampilan Anggun dan Prince Poetiray menjadi simbol persatuan, di mana suara musik dan kebanggaan terhadap identitas Indonesia terasa kuat sebelum pertandingan penuh tensi dimulai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya