ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 46x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT ANTAM (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan positif pada semester pertama tahun 2026, menunjukkan daya tahan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Pendapatan perusahaan mencapai Rp62,71 triliun, meningkat 6,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, sementara laba periode berjalan mencapai Rp6,91 triliun, tumbuh 34% dari Rp5,14 triliun pada semester I 2025. Pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi perusahaan dalam menjaga stabilitas operasional dan mendorong pertumbuhan industri nasional.
Dengan basis bisnis di emas, nikel, dan bauksit, ANTAM terus memfokuskan pengelolaan portofolio untuk memperbesar nilai tambah melalui efisiensi operasional dan pengembangan usaha berkelanjutan. Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global, khususnya dalam konteks hilirisasi sumber daya alam. Perusahaan menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang transparan, terukur, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan bahwa kinerja positif ini menjadi modal strategis untuk memperkuat daya saing dan memperluas peluang pertumbuhan. Perusahaan saat ini sedang meninjau berbagai opsi strategis, termasuk kemungkinan pembelian kembali saham (buyback), yang akan dipertimbangkan secara matang. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kesehatan keuangan, serta kebutuhan pendanaan untuk mendukung pengembangan usaha dan agenda nasional hilirisasi.
Keputusan terkait buyback akan diambil secara adaptif, berdasarkan perkembangan pasar terkini, dengan tetap mengedepankan perlindungan kepentingan pemegang saham dan keberlanjutan operasional jangka panjang. ANTAM berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, keberlanjutan lingkungan, dan kontribusi terhadap ekonomi nasional melalui inovasi dan pengelolaan sumber daya yang efisien.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026

PT KEL Soroti Ketidaktransparanan Penertiban Tambang di Nabire
Kuasa hukum PT Kristalin Ekalestari menyoroti proses penertiban tambang di Nabire yang dinilai tidak transparan, sekaligus meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Satgas PKH.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

