Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ANTAM Perkuat Hilirisasi, Kontribusi Laba Alumina Tembus Rp257,6 Miliar

PT Aneka Tambang (ANTM) catat pertumbuhan signifikan di sektor hilir, dengan alumina dan bauksit jadi pendorong utama kinerja semester I-2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 99x dibuka
ANTAM Perkuat Hilirisasi, Kontribusi Laba Alumina Tembus Rp257,6 Miliar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada semester pertama 2026 didorong dominan oleh pengembangan ekosistem hilir, terutama di sektor alumina dan bauksit. Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah yang dikelola PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) telah beroperasi penuh dan mencatat penjualan 350 ribu ton alumina, dengan kontribusi laba mencapai Rp257,6 miliar bagi perseroan. Proyek ini menjadi fondasi penting dalam transformasi nilai tambah dari bahan baku mineral ke produk industri strategis.

Di sektor baterai kendaraan listrik, ANTAM terus melanjutkan pembangunan fasilitas RKEF yang kini masuk tahap EPC, serta menunggu persetujuan investasi untuk proyek HPAL. Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan rantai nilai baterai EV yang terintegrasi. Selain itu, fasilitas manufaktur sel baterai di Karawang telah mulai beroperasi sejak 2026, menandai langkah nyata dalam pengembangan industri hilir berbasis energi bersih.

Peningkatan produksi dan penjualan berdampak langsung pada kinerja keuangan ANTAM. Pada semester I-2026, pendapatan perusahaan mencapai Rp62,71 triliun, tumbuh 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai Rp6,91 triliun, naik 34% dari periode yang sama di 2025. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan penjualan bauksit sebesar 24,4% menjadi 1,3 juta wet metric ton, serta kenaikan penjualan feronikel 32% dan chemical grade alumina 10,2%.

Dengan proyek-proyek strategis yang terus berjalan, Phintraco Sekuritas memperkirakan laba bersih ANTAM pada akhir 2026 dapat mencapai Rp11,6 triliun, tumbuh 61,6% dari tahun sebelumnya. Rekomendasi buy untuk saham ANTM tetap dipertahankan dengan target harga Rp4.840, menunjukkan potensi kenaikan sekitar 56% dalam dua tahun ke depan. Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir ANTAM, I Dewa Bagus Sugata Wirantaya, menegaskan bahwa setiap pengembangan dilakukan secara terukur untuk memperkuat rantai nilai dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya