ANTAM Perkuat Hilirisasi, Kontribusi Laba Alumina Tembus Rp257,6 Miliar
PT Aneka Tambang (ANTM) catat pertumbuhan signifikan di sektor hilir, dengan alumina dan bauksit jadi pendorong utama kinerja semester I-2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 99x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada semester pertama 2026 didorong dominan oleh pengembangan ekosistem hilir, terutama di sektor alumina dan bauksit. Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah yang dikelola PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) telah beroperasi penuh dan mencatat penjualan 350 ribu ton alumina, dengan kontribusi laba mencapai Rp257,6 miliar bagi perseroan. Proyek ini menjadi fondasi penting dalam transformasi nilai tambah dari bahan baku mineral ke produk industri strategis.
Di sektor baterai kendaraan listrik, ANTAM terus melanjutkan pembangunan fasilitas RKEF yang kini masuk tahap EPC, serta menunggu persetujuan investasi untuk proyek HPAL. Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan rantai nilai baterai EV yang terintegrasi. Selain itu, fasilitas manufaktur sel baterai di Karawang telah mulai beroperasi sejak 2026, menandai langkah nyata dalam pengembangan industri hilir berbasis energi bersih.
Peningkatan produksi dan penjualan berdampak langsung pada kinerja keuangan ANTAM. Pada semester I-2026, pendapatan perusahaan mencapai Rp62,71 triliun, tumbuh 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih mencapai Rp6,91 triliun, naik 34% dari periode yang sama di 2025. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan penjualan bauksit sebesar 24,4% menjadi 1,3 juta wet metric ton, serta kenaikan penjualan feronikel 32% dan chemical grade alumina 10,2%.
Dengan proyek-proyek strategis yang terus berjalan, Phintraco Sekuritas memperkirakan laba bersih ANTAM pada akhir 2026 dapat mencapai Rp11,6 triliun, tumbuh 61,6% dari tahun sebelumnya. Rekomendasi buy untuk saham ANTM tetap dipertahankan dengan target harga Rp4.840, menunjukkan potensi kenaikan sekitar 56% dalam dua tahun ke depan. Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir ANTAM, I Dewa Bagus Sugata Wirantaya, menegaskan bahwa setiap pengembangan dilakukan secara terukur untuk memperkuat rantai nilai dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

