Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ANTAM Perkuat Rantai Pasok Emas Nasional Lewat Pembelian 9 Ton dari Freeport

ANTAM serap 9 ton emas dari Freeport hingga Agustus 2026, perkuat pasokan emas domestik dan dukung ekosistem industri berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
ANTAM Perkuat Rantai Pasok Emas Nasional Lewat Pembelian 9 Ton dari Freeport📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT ANTAM (Persero) Tbk mencatatkan realisasi penyerapan emas dalam negeri sebanyak 9 ton dari PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga Agustus 2026. Pembelian ini dilakukan melalui fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat rantai pasok emas nasional. Langkah ini menunjukkan komitmen ANTAM untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya mineral dalam negeri, sekaligus mendorong transformasi industri emas yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Pembelian emas tersebut dilakukan sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang antara ANTAM dan PTFI, yang memiliki kapasitas kerja sama hingga 30 ton per tahun. Emas yang diserap memiliki tingkat kemurnian mencapai 99,99%, memenuhi standar internasional, dan dapat dilacak dari hulu hingga hilir. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa penyerapan emas domestik merupakan upaya strategis untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineral Indonesia, serta memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Bisnis emas tetap menjadi kontributor utama kinerja ANTAM pada Semester I 2026, dengan volume penjualan mencapai 18,08 ton dan nilai penjualan sebesar Rp50,39 triliun—naik 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi emas terhadap total penjualan bersih ANTAM mencapai sekitar 80%, menunjukkan dominasi sektor ini dalam struktur bisnis perusahaan. Produksi emas dari tambang ANTAM sendiri tercatat sebanyak 433 kg dalam periode tersebut, mencerminkan kinerja operasional yang stabil dan terus dioptimalkan.

Untuk memperkuat pasokan, ANTAM juga menjalin kolaborasi dengan berbagai produsen emas nasional lainnya, termasuk Amman Mineral Nusa Tenggara, Merdeka Group, Citra Palu Minerals, Agincourt Resources, Sumbawa Jutaraya, J Resources Bolaang Mongondow, dan Indo Muro Kencana. Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem emas yang lebih terdiversifikasi, kuat, dan mampu menjawab kebutuhan pasar dalam negeri secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan pengadaan, pemurnian, manufaktur, hingga distribusi, ANTAM berupaya memastikan manfaat ekonomi dari emas Indonesia tetap berada di dalam negeri.

ANTAM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penyerapan emas domestik dan memperkuat sinergi dengan produsen lokal. Upaya ini tidak hanya mendukung kemandirian industri, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem bullion nasional yang berkelanjutan. Dengan pendekatan terintegrasi, perusahaan berharap dapat memperbesar nilai tambah dari sumber daya emas Indonesia, sekaligus menjadikan ANTAM sebagai pemain utama dalam industri logam mulia berkelanjutan di tingkat nasional dan regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya