Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 11x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menutup aktivitas pertambangan emas di wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, setelah sebelumnya mencabut izin operasional PT Kristalin Eka Lestari. Penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan kedaulatan negara atas sumber daya alam yang sebelumnya dikuasai oleh pihak swasta secara ilegal. Seluas 275,36 hektare lahan tambang kini berstatus dikuasai negara secara definitif.
Penertiban dilakukan secara langsung oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dipimpin oleh Ketua Pengarah Satgas sekaligus Menteri Pertahanan. Dalam operasi tersebut turut hadir sejumlah tokoh strategis, termasuk Wakil Menteri Pertahanan, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan Gubernur Papua Tengah, menunjukkan komitmen tinggi pemerintah pusat dalam menegakkan regulasi pertambangan.
Kegiatan penertiban mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 yang menjadi dasar hukum penegakan aturan di kawasan hutan dan wilayah pertambangan. Sebelum penutupan, pemerintah telah menarik izin usaha pertambangan PT Kristalin Eka Lestari pada 12 Oktober 2026, sebagai respons terhadap pelanggaran izin dan perambahan kawasan lindung. Langkah ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Kawasan tambang yang telah ditertibkan tersebut direncanakan akan dikelola oleh BUMN PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai operator utama dan investor strategis. Penyerahan kawasan ke ANTM bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, serta memperkuat peran negara dalam sektor pertambangan emas nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026

PT KEL Soroti Ketidaktransparanan Penertiban Tambang di Nabire
Kuasa hukum PT Kristalin Ekalestari menyoroti proses penertiban tambang di Nabire yang dinilai tidak transparan, sekaligus meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Satgas PKH.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

