Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean BBM di Bali Picu Gangguan Aktivitas Harian

Antrean panjang di SPBU Bali disebabkan keterlambatan distribusi dan lonjakan permintaan, memengaruhi mobilitas warga, terutama ojek online, meski cadangan dipastikan aman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
Antrean BBM di Bali Picu Gangguan Aktivitas Harian📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi tak biasa terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan pada Selasa (13/10), ketika antrean panjang terbentuk hingga puluhan meter. Kepadatan kendaraan berbentuk sepeda motor mengular dari pagi hingga siang, menghambat arus lalu lintas dan menunda aktivitas warga. Keterlambatan distribusi dari terminal BBM menjadi penyebab utama, diperparah dengan peningkatan permintaan BBM bersubsidi yang signifikan dalam periode tersebut.

Kerusuhan mobilitas paling terasa bagi para pengemudi ojek online yang bergantung pada pasokan bahan bakar harian. Banyak dari mereka harus menunggu lebih dari satu jam hanya untuk mengisi bensin, berdampak langsung pada pendapatan dan efisiensi layanan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi di wilayah perkotaan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster bersama perwakilan Pertamina secara tegas menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Bali masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa distribusi sedang dipercepat untuk menangani penumpukan di beberapa titik dan menghindari kegawatdaruratan pasokan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan atau terlalu cepat, mengingat kebiasaan panic buying dapat memperparah ketegangan pasokan. Masyarakat diminta tetap tenang, menjaga kedisiplinan, dan memperhatikan jadwal pengisian bahan bakar secara bijak agar distribusi berjalan merata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya