Antrean BBM di Daerah Diduga Akibat Penyalahgunaan Subsidi
Stok BBM nasional masih aman di angka 16–18 hari, namun antrean panjang di sejumlah wilayah disebabkan praktik penyalahgunaan subsidi oleh oknum yang menampung solar subsidi untuk dijual kembali.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) secara nasional saat ini berada dalam kondisi aman, mencapai rentang 16 hingga 18 hari. Meski demikian, terjadi ketegangan di beberapa daerah akibat antrean panjang di SPBU, yang diduga disebabkan oleh praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kejadian ini bukan karena kelangkaan pasokan, melainkan perilaku sekelompok orang yang memanfaatkan subsidi untuk keuntungan pribadi.
Ia mengungkapkan adanya kasus penggunaan kendaraan berkapasitas besar, seperti mobil Pajero, yang menampung hingga 700 hingga 1.000 liter solar subsidi, lalu menjualnya dengan harga lebih tinggi. Praktik ini, menurut Bahlil, merugikan negara karena subsidi yang diberikan berasal dari anggaran negara. Ia meminta Kapolri untuk turut mengawasi dan menindak tegas pelaku yang terbukti menyelundupkan BBM subsidi untuk keperluan komersial.
Berdasarkan laporan dari PT Pertamina, distribusi BBM dari Jawa Timur ke Bali dan wilayah lain telah dilakukan secara rutin, namun untuk memastikan ketersediaan, pemerintah memerintahkan peningkatan kapasitas kapal pengangkut. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan pasokan di daerah terpencil. Bahlil menegaskan bahwa kondisi ini bukan tanda kekurangan, melainkan respons terhadap pergeseran pola konsumsi yang memengaruhi stok BBM jenis RON 90 atau Pertalite.
Perubahan pola konsumsi tersebut terjadi karena banyak pengguna beralih dari BBM non-subsidi seperti RON 92, 95, dan 98 ke BBM bersubsidi RON 90, karena selisih harga yang cukup signifikan. Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa ketersediaan BBM non-subsidi tetap stabil dan tidak mengalami krisis. Ia optimistis, dalam waktu sekitar seminggu, stok nasional dapat kembali mencapai angka 20 hari jika kebijakan distribusi dan pengawasan diperkuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

