Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean BBM Subsidi di Kolaka Dikawal Bupati

Bupati Kolaka memantau langsung penyaluran Pertalite di SPBU menyusul antrean panjang, menjamin distribusi tetap merata dan terkendali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 27x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Antrean panjang warga di sejumlah SPBU di Kabupaten Kolaka mencuat sebagai perhatian publik akibat kelangkaan Pertalite. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Kolaka secara langsung mendatangi lokasi penyaluran untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tanpa penumpukan. Kehadiran pemimpin daerah ini menjadi tanda komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Dalam kunjungan, Bupati memeriksa proses pengisian dan memastikan tidak ada penyaluran yang melanggar aturan, termasuk penggunaan kartu subsidi secara sah. Ia menegaskan bahwa stok BBM tetap tersedia, namun distribusi harus dikelola secara ketat agar tidak terjadi penimbunan atau penyalahgunaan. Kegiatan pemantauan dilakukan secara mendadak untuk menghindari praktik yang merugikan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan setempat menyampaikan bahwa antrean terjadi karena lonjakan permintaan menjelang akhir bulan, sekaligus menekankan bahwa tidak ada kelangkaan nyata di tingkat gudang. Pihaknya telah mengintensifkan koordinasi dengan pihak penyalur dan SPBU untuk mempercepat proses pengisian. Selain itu, sistem verifikasi digital telah diterapkan guna memastikan hanya pengguna berhak yang mendapatkan subsidi.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawasi distribusi BBM secara intensif, terutama di wilayah yang rawan antrean. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta menghindari penimbunan. Dengan pendekatan transparan dan tindakan preventif, pemerintah berharap stabilitas pasokan BBM bersubsidi tetap terjaga tanpa menimbulkan ketegangan sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya