Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur

Kenaikan penggunaan kendaraan listrik di Jakarta menyebabkan antrean panjang di SPKLU, menunjukkan tekanan terhadap infrastruktur pengisian daya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 23.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Antrean Mobil Listrik di SPKLU Picu Kebutuhan Infrastruktur📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penggunaan kendaraan listrik di wilayah Jakarta mulai menunjukkan tren signifikan, terbukti dari antrean panjang yang terjadi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Gambir pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pantauan lapangan menunjukkan seluruh unit pengisian daya telah terisi penuh, dengan sejumlah mobil listrik menunggu giliran secara berurutan. Kondisi ini menggambarkan dinamika baru dalam mobilitas perkotaan yang didorong oleh transisi energi.

Kemacetan akses tidak hanya terjadi pada mobil listrik, tetapi juga pada motor listrik yang menggunakan fasilitas SPKLU khusus. Khusus untuk motor, pengguna mayoritas berasal dari pengemudi ojek online yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Keberadaan mereka di lokasi pengisian menunjukkan adanya pergeseran pola transportasi yang mengarah pada penggunaan energi bersih secara luas.

Kenaikan jumlah kendaraan listrik yang terus menerus berdampak langsung pada kapasitas infrastruktur pendukung. Antrean yang terjadi di SPKLU menjadi indikator nyata bahwa pertumbuhan kendaraan listrik tidak diimbangi dengan penambahan fasilitas pengisian daya secara proporsional. Fenomena ini menggambarkan urgensi perluasan dan pemerataan jaringan pengisian untuk mendukung kebijakan nasional transisi energi.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah dan penyedia layanan energi untuk segera menyesuaikan kapasitas infrastruktur dengan dinamika permintaan. Tanpa langkah strategis, risiko keterbatasan akses akan menghambat adopsi kendaraan listrik secara massal, yang pada akhirnya dapat mengganggu target pengurangan emisi karbon dan transformasi sistem transportasi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya