Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Apple Naikkan Produksi iPhone Duo 44 Persen Akibat Permintaan Tinggi

Apple menaikkan target produksi iPhone Duo sebesar 44 persen menjadi 14 juta unit dalam 12 bulan pertama, menyusul lonjakan permintaan pasca-prapesan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.27 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Apple Naikkan Produksi iPhone Duo 44 Persen Akibat Permintaan Tinggi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan teknologi global Apple kembali menunjukkan respons cepat terhadap dinamika pasar dengan menaikkan produksi perangkat lipat andalannya, iPhone Duo, sebesar 44 persen dari target awal. Kenaikan ini ditujukan untuk memenuhi permintaan yang melonjak sejak masa prapesan dibuka pekan lalu, dengan pemasok utama seperti Foxconn diminta meningkatkan target pengiriman dari 9,7 juta unit menjadi 14 juta unit dalam periode awal produksi.

Langkah ini menandai penyesuaian signifikan dari estimasi awal yang dirancang pada Juli 2026, ketika Apple meminta pemasok menyiapkan sekitar 10 juta unit untuk tahun berikutnya. Namun, pada bulan September, prediksi volume produksi sempat direvisi turun menjadi 6 juta unit akibat kendala teknis pada komponen engsel dan proses perakitan panel layar. Meski kini produksi ditingkatkan, tantangan manufaktur tetap menjadi faktor krusial yang memengaruhi kelancaran produksi secara keseluruhan.

Peningkatan target produksi diharapkan mendorong pertumbuhan pasar ponsel lipat secara global, yang diproyeksikan tumbuh 25,7 persen pada 2026 dan melonjak 59,1 persen pada 2027. Dengan peluncuran resmi yang dimulai hari ini, iPhone Duo dipasarkan dengan harga mulai dari 1.999 dolar AS atau setara Rp36 jutaan, menarik minat besar dari konsumen di berbagai wilayah.

Karena keterbatasan stok, Apple menerapkan kebijakan pembatasan pembelian, membatasi konsumen untuk membeli maksimal dua unit per pelanggan. Selain itu, pembelian langsung di gerai resmi dibatasi untuk mencegah kehabisan stok, menunjukkan strategi manajemen permintaan yang ketat menghadapi antusiasme tinggi terhadap produk baru tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya