Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Arab Saudi Tegaskan Upaya Damai, Kecam Serangan Houthi ke Sistem Vital

Kerajaan Arab Saudi menegaskan komitmen terhadap solusi politik di Yaman dan mengutuk serangan berulang Houthi terhadap infrastruktur sipil serta wilayah suci, sekaligus menekankan hak membela diri sesuai hukum internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 58x dibuka
Arab Saudi Tegaskan Upaya Damai, Kecam Serangan Houthi ke Sistem Vital📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kerajaan Arab Saudi kembali menyampaikan sikap tegas terhadap serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap fasilitas strategis di wilayahnya, termasuk bandara dan objek vital lainnya. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perwakilan diplomatiknya di Jakarta, Riyadh menegaskan bahwa upaya untuk menstabilkan situasi di Yaman telah dilakukan secara konsisten sejak kudeta militer Houthi terhadap pemerintah sah pada tahun 2014.

Pernyataan tersebut menyoroti langkah diplomatik yang telah dijalankan bersama Utusan Khusus PBB dan berbagai pihak terkait, dengan tujuan mendorong solusi politik yang berkelanjutan. Selain itu, Arab Saudi menegaskan komitmennya melalui bantuan kemanusiaan, pembangunan infrastruktur, dan dukungan ekonomi yang mencapai total US$12,6 miliar (setara Rp227 triliun) dari tahun 2012 hingga 2026. Namun, semua upaya ini dinilai ditolak mentah-mentah oleh Houthi.

Kelompok tersebut, menurut pernyataan resmi, justru memilih jalur eskalasi militer yang berdampak buruk bagi rakyat Yaman. Sumber daya alam dan aset publik digunakan untuk membiayai pengembangan rudal dan drone yang kemudian digunakan untuk menyerang wilayah Arab Saudi, termasuk mengganggu jalur perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah. Bahkan, serangan dilaporkan pernah mengarah ke kawasan suci Makkah dan Madinah, memicu kecaman luas dari komunitas Muslim global.

Sejak serangan berulang terjadi, tercatat 17 nyawa sipil tewas dan 333 lainnya terluka, termasuk warga negara asing. Serangan menyasar Bandara Abha, Bandara Internasional Raja Khalid, serta Bandara Raja Fahd. Riyadh menegaskan hak untuk membela wilayah, kedaulatan, dan keselamatan warganya sesuai prinsip hukum internasional, serta menegaskan bahwa semua tindakan yang diambil adalah respons atas ancaman nyata.

Kerajaan mengimbau komunitas internasional untuk mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, serta memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Yaman yang sah. Tujuannya adalah menghentikan ancaman Houthi terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur logistik global yang krusial bagi perdagangan dunia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya