Arus Modal Asing Menurun Pasca-Pengumuman MSCI
Bank Indonesia mencatat arus keluar dana asing setelah MSCI mengeluarkan paparan kajian perubahan klasifikasi pasar modal, memengaruhi saham, SBN, dan SRBI, namun likuiditas rupiah tetap terjaga.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 37x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia mengamati perubahan signifikan dalam arus modal asing sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2026, yang awalnya menunjukkan aliran masuk stabil. Namun, sejak MSCI merilis dokumen konsultasi terkait rencana perubahan klasifikasi pasar Indonesia, tren tersebut berbalik, dengan munculnya arus keluar dari berbagai instrumen pasar modal. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI menyatakan bahwa pergerakan ini tidak terbatas pada pasar saham, melainkan juga mencakup Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Keluar masuknya dana asing ini dipicu oleh sentimen pasar yang dipengaruhi oleh dokumen konsultasi MSCI, yang menimbulkan ketidakpastian mengenai posisi Indonesia dalam indeks global. Meski BI tidak merilis angka pasti terkait volume outflow, pihaknya memastikan bahwa pergerakan tersebut telah diawasi secara ketat. Sebelumnya, kebijakan insentif BI yang diterapkan sejak bulan Juni telah mampu menarik aset rupiah sebesar Rp137 triliun hingga Rp138 triliun, dengan kontribusi utama dari SRBI (Rp85 triliun) dan SBN (Rp53 triliun), serta transaksi swap dan NDF mencapai hampir US$8,4 miliar dan US$1,4 miliar.
Untuk menjaga stabilitas pasar, BI menegaskan ketersediaan likuiditas rupiah tetap memadai, terutama untuk menopang transaksi di pasar saham. Jika terjadi tekanan berlebihan terhadap nilai tukar rupiah, bank sentral siap merespons melalui instrumen operasi moneter, termasuk Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) atau intervensi langsung di pasar valuta asing. Meski nilai tukar sempat menyentuh level di atas Rp18 ribu per dolar AS, BI menyatakan pergerakan tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola.
Secara bertahap, BI juga melanjutkan normalisasi kebijakan moneter dengan menurunkan posisi SRBI dari level tertinggi Rp1.070 triliun ke kisaran Rp900 triliun, melepaskan likuiditas sekitar Rp150 triliun. Langkah ini dilakukan secara terukur untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas jangka panjang dan kebutuhan likuiditas jangka pendek serta menengah. Tujuannya adalah memperkuat transmisi kebijakan moneter dan menjaga ketersediaan likuiditas yang memadai setiap hari di pasar uang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

